detikNews
Senin 03 Maret 2014, 11:36 WIB

Nostalgia Joop 'Anak Tentara Belanda' tentang Perang Dahsyat di Laut Jawa

- detikNews
Nostalgia Joop Anak Tentara Belanda tentang Perang Dahsyat di Laut Jawa Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom
Surabaya - Mungkin tak banyak yang tahu jika Laut Jawa pernah menjadi ajang pertempuran seru antara armada sekutu yang dipimpin Belanda melawan armada Jepang yang hendak masuk ke Indonesia. Armada sekutu mati-matian mencoba menahan gempuran armada Jepang yang jumlahnya lebih banyak dan unggul dalam persenjataan.

Dalam pertempuran laut yang terjadi pada 27 Februari 1942 itu, armada sekutu kalah. 5 Kapal sekutu tenggelam. Di lain pihak, tak ada satupun kapal Jepang yang karam. 923 Pasukan Angkatan Laut Belanda tewas tenggelam bersama kapalnya, termasuk pimpinan armada, Laksamana Karel Doorman.

Untuk mengenang sekaligus memperingati pertempuran Laut Jawa (The Battle of Java Sea), seorang anggota keluarga korban pertempuran Laut Jawa melakukan tabur bunga di lokasi tenggelamnya HNMLS De Ruyter, salah satu kapal perang milik Belanda. Orang itu adalah Joop Nahuysen. Joop merupakan anak dari Antonie Nahuysen, seorang telegrafis HNMLS De Ruyter.

"Ayah saya tenggelam di sini. Kuburannya di sini," kata Joop sambil menaburkan bunga di titik koordinat 06 derajat 00' S.W. / 112 derajat 05' E.L. Laut Jawa pada pekan lalu.

Joop sendiri tidak asing dengan Indonesia karena ia memang bekerja di Indonesia, tepatnya di Bandung sejak tahun 1997 lalu. Dari Bandung, Joop berangkat menuju Surabaya. Dari Surabaya, pria 72 tahun itu menuju Gresik untuk berangkat menggunakan kapal cepat ke Bawean.

Saat tabur bunga, Joop ditemani oleh kawan-kawannya baik kawan asli Belanda dan keturunan Belanda yang bersimpati dengannya. Dengan kapal cepat, hanya membutuhkan waktu 3 jam untuk sampai di Bawean. Setelah beristirahat sejanak, oleh Joop kapal iti disewa untuk menuju ke lokasi tenggelamnya HNMLS De Ruyter.

"Dari Bawean, jaraknya masih 60 km lagi," ujar Joop.

Untung saja cuaca cukup bersahabat. Ombak tenang dan tidak terlalu tinggi. Setiba di lokasi, upacara peringatan pertempuran Laut Jawa ke 72 tahun itu diawali dengan sambutan dari Joop. Dengan haru, Joop menerangkan sejarah pertempuran Laut Jawa dan kisah kematian ayahnya serta bagaimana usahanya untuk melakukan upacara tabur bunga di lokasi tenggelamnya kapal temapat ayahnya bertugas.

"Jika kita terus mengingat mereka dengan seluruh cinta, itu berarti bahwa mereka masih akan tetap hidup di dalam hati kita," ujar Joop dalam sambutannya.

Usai sambutan, acara diteruskan dengan menyanyikan bersama lagu 'Untuk Ayah Tercinta'. Lagu ciptaan Rinto Harahap yang berisi pesan kerinduan seorang anak terhadap ayahnya itu mengalun dengan syahdunya. Selanjutnya, lagu 'Dalam Kerinduan' menjadi lagu terakhir sebelum semuanya melakukan hening cipta.

Usai mengheningkan cipta, tabur bunga pun dilakukan. Sebuah karangan bunga berisi pesan 'With Our Love, You Shall Never Die' mengawali tabur bunga. Karangan bunga itu dijatuhkan ke laut dan langsung tenggelam menuju kedalaman 60 meter tempat HNLMS De Ruyter tenggelam.

"Ini adalah awal. Mari kita lakukan apa yang tidak pernah harus berakhir. Ciptakan perdamaian di dunia ini dengan cinta kita saja," tutup Joop.




  • Nostalgia Joop Anak Tentara Belanda tentang Perang Dahsyat di Laut Jawa
    Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom
  • Nostalgia Joop Anak Tentara Belanda tentang Perang Dahsyat di Laut Jawa
    Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom

(iwd/try)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com