DetikNews
Sabtu 18 Januari 2014, 11:35 WIB

Dahsyatnya Banjir di Manado Disebabkan Hutan Gundul

- detikNews
Jakarta - Dahsyatnya banjir Manado yang terjadi dalam beberapa hari lalu, belum pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebab banjir ini adalah karena hutan yang gundul.

\\"Memang banjir Manado sangat dahsyat, walau tahun lalu kami juga banjir tapi tidak setinggi itu. Tolak ukurnya adalah kantor Wali Kota terendam. Kalau dia terendam maka yang lain terendam. Hampir 75 persen area kita terendam,\\" kata Pakar Lingkungan Hidup Universitas Sam Ratulangi Manado, Dr Veronica Kumurur.

Hal itu disampaikan dalam diskusi \\\'Bencana dan Kita\\\' di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakpus, Sabtu (18\/1\/2014).

Veronica melakukan penelitian di Manado pada Desember 2013 lalu tentang kawasan Kota Manado yang banyak aliran sungai terutama kawasan selatan berupa dataran tinggi.

\\"Yang saya temui bentang alam sudah ditebang padahal itu drainase alami. Kota Manado punya kawasan tangkapan air. Gunung-gunungnya mulai ditebang diganti pemukiman, dan diganti industri,\\" paparnya.

Menurutnya, topografi Kota Manado berada di antara gunung dan pantai yang jaraknya dekat. Sementara selain gunung sebagai resapan air menjadi gundul, juga karena belasan sungai tinggal 4 sungai tersisa.

\\"Ada 4 sungai besar, yang kecil-kecil sudah tertutup. Manado punya gunung dan pantai yang jaraknya dekat. Sehingga mereka kira tsunami (banjir) Manado kemarin dari laut, padahal dari gunung,\\" ucapnya.

\\"Apalagi ombak pantai sangat kencang dan memperlambat aliran sungai ke muara sungai,\\" imbuh Veronica.

Ia memaparkan ada data yang bisa dilihat melalui google earth terkait perubahan kawasan hijau menjadi gundul di Manado dari hutan menjadi pemukiman dan industri.

\\"Google earth punya data dari (kawasan) ijo, cokelat menjadi merah. 50 persennya sudah teralihfungsikan. Kalau tetap dibiarkan maka akan akan tenggelam Manado,\\" ucapnya.




(bal/nal)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed