DetikNews
Selasa 03 Desember 2013, 03:59 WIB

Unimor, Kampus di Perbatasan yang Berharap Jadi Universitas Negeri

- detikNews
Unimor, Kampus di Perbatasan yang Berharap Jadi Universitas Negeri Foto: Septi/Detikcom
Jakarta - Universitas Timor (Unimor) terletak di Jalan Sasi KM 9 Timur Tengah Utara, Kupang, NTT. Universitas yang berada di perbatasan antara NTT dan Timor-Timor itu berharap statusnya berubah menjadi universitas negeri.

Bersama Mendikbud M Nuh, detikcom dan beberapa rekan media lainnya berkesempatan meninjau kesiapan Unimor dalam proses mengubah menjadi universitas negeri. Lokasi Unimor yang jauh dari kota Kupang tidak menjadi hambatan bagi rombongan untuk melihat universitas yang awalnya bernama Universitas Timor-timor.

Perjalanan menuju Unimor menempuh waktu 7 jam dari Kota Kupang. Dengan medan jalan yang berbelok-belok menjadi pengalaman menarik tersendiri saat berada di dalam mobil.

Menurut Rektor Unimor, Sirilius Seran, Universitas Timor memiliki banyak sejarah. Sebelum bernama Unimor, kampus ini bernama Universitas Timor-timor.

\\\"Ketika mereka memutuskan merdeka seluruh penduduk RI harus keluar dari Timor-Timor. Dan banyak pertumpahan darah terjadi, akhir kata di bulan Maret kita lakukan wisuda terakhir di masa pengungsian. Dan setelah itu studi kelaikan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan universitas ini bisa dilanjutkan apa tidak di perbatasan dengan luar negeri,\\\" jelas Sirilius saat menceritakan sejarah Unimor di depan mendikbud dan rombongan, di aula Unimor, Senin (2\/12\/2013).

Sirilius mengatakan, nama Unimor akhirnya lahir lewat surat mendiknas saat itu pada 16 Juli 2000. Ketika di bulan Mei, Unimor mendapat surat dari dirjen Dikti yang mengatakan bahwa pemerintah ingin mengubah Unimor menjadi universitas negeri.

\\\"Saat itu syaratnya ialah sumber daya harus dinegerikan baru lembaganya. Dan seiring surat, ada 5 orang dari Unimor yang diberikan kesemapatan jadi PNS dan di tahun-tahun berikutnya bertambah hingga saat ini ada 80 orang sudah menjadi PNS,\\\" jelas Sirilius.

Sirilius mengatakan, kendala yang sampai sekarang belum ada titik terangnya ialah permasalahan tanah. Karena itu merupakan salah satu syarat jika ingin menjadi universitas negeri.

\\\"Pada tahun 2004 kita mendapat dana Rp 2 M dari APBN untuk dapat membangun gedung. Dan tanah yang kami diami yang seluas 40 hektar adalah hibah pemerintah daerah dan kesepakatan DPRD dengan Kemenhut. Karena tanah ini adalah kawasan hutan. Dan saat itu perjanjiannya harus ada tukar guling,\\\" jelas Sirilius.

Sirilius menambahkan, segalah persyaratan internal sudah rampung dari tahun 2012 semoga di tahun 2013 SK menjadi universitas negeri turun dan menjadi hadiah natal buat kami. Kami sangat menantikan ini,\\\" imbuh Sirilius.

Di Unimor sendiri ada 4.643 mahasiswa yang berasal dari masyarakat Kupang, NTT ataupun dari wilayah lain. Seperti dari Aceh, Sumatera, Jakarta dan dari Timor Leste.

Mendengar hal tersebut, Mendikbud M Nuh mengatakan pihaknya tetap bertekad tapi Kemendikbud tidak bisa kerja sendirian.

\\\"Kementrian akan bantu dari sisi akademik, infrastruktur dan pemerintah daerah. Jadi begitu sertifikat tanah selesai maka selesailah segala urusan Unimor. Saya tunggu kapan selesainya? Kalau sudah selesai supaya kita bisa memproses,\\\" jelas M Nuh dalam sambutanya.

M Nuh mengatakan, Unimor merupakan satu-satunya universitas yang menjadi calon dinegerikan yang dikunjungi. \\\"Perguruan-perguruan tinggi yang diperbatasan yang sudah menjadi negeri seperti di Merauke, Borneo dan lain-lain tidak pernah saya datangi. Jadi saya punya keyakinan, bahwa keterbatasan kita tidak boleh jadi alasan kita untuk tidak berprestasi,\\\" terang M Nuh diakhir sambutannya.




(spt/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed