DetikNews
Senin 25 November 2013, 16:30 WIB

Majelis Kehormatan Dokter Tegaskan dr Ayu Dkk Bekerja Sesuai Prosedur

- detikNews
Majelis Kehormatan Dokter Tegaskan dr Ayu Dkk Bekerja Sesuai Prosedur Demo dukungan dokter Ayu (dok.detikcom)
Jakarta - Tiga dokter RS Prof Kandou Malalayang divonis penjara 10 bulan karena malpraktik. Hakim agung Dr Artidjo Alkostar dkk menyatakan ketiganya dihukum karena kealpannya mengakibatkan orang meninggal dunia.

Atas vonis itu, Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) dr Prijo Sidipratomo, mengatakan putusan Artidjo dkk tidak sesuai dengan rekomendasi MKEK.

\\\"Kekurangan atau kelemahan Mahkamah Agung (MA) tidak memahami hasil otopsi dan putusan MKEK sehingga terjadi deviasi anomali putusan,\\\" kata Prijo saat dihubungi detikcom, Senin (24\/11\/2013).

Ketiga dokter itu adalah dr Dewa Ayu Sasiary Prawarni Sp OG, dr Hendry Simanjuntak Sp OG, dan dr Hendy Siagian Sp OG. Prijo menambahkan pihaknya sudah menyuruh MKEK di wilayah Sulawesi Utara untuk mencari kebenaran dari kasus dr Ayu. Hasil dari penelusuran MKEK dr Ayu bekerja sesuai dengan prosedur kedokteran.

\\\"MKEK wilayah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Utara tidak menemukan pelanggaran etika dan sudah sesuai prosedur,\\\" ujarnya.

Lanjut, dia menambahkan penyebab kematian melalui emboli udara merupakan sesuatu yang tidak bisa diprediksi.

\\\"Mestinya tidak bisa dipidana karena berdasarkan bukti otopsi penyebab kematian karena emboli udara sesuatu yang tidak bisa diprediksi,\\\" pungkasnnya.

Saat ini, dua dokter yaitu dr Ayu dan dr Hendry Simanjuntak telah dieksekusi jaksa dan masuk ke Rutan Malendeng, Manado. Sedang dr Hendry Siagian masih buron. Putusan MA ini membuat para dokter di sejumlah kota menggelar aksi solidaritas, menentang vonis tersebut.


(rvk/asp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed