DetikNews
Senin 25 November 2013, 11:18 WIB

Dukung dr Ayu, Dokter Indonesia Bersatu Aksi di Bundaran HI 27 November

- detikNews
Dukung dr Ayu, Dokter Indonesia Bersatu Aksi di Bundaran HI 27 November DIB demo di Bundaran HI
Jakarta - Aksi solidaritas terhadap dr Ayu, dokter spesialis kandungan yang dipidana karena tuduhan malpraktik yang menyebabkan kematian pasien pada tahun 2010, berlanjut.

Dokter Indonesia bersatu (DIB) akan menggelar Aksi Solidaritas Tolak Kriminalisasi Dokter pada Rabu, 27 November 2013 di Bundaran HI mengangkat isu sentral \\\'Selamatkan Dokter, Selamatkan Rakyat\\\'. Aksi ini diikuti sejumlah anggota DIB yang berasal dari seluruh Indonesia.

\\\"Tujuan aksi untuk menyadarkan masyarakat bahwa kriminalisasi dokter justru pada akhirnya akan merugikan masyarakat itu itu sendiri karena timbul tekanan psikologis pada dokter dalam memberikan layanan sehingga hasilnya tidak optimal karena sebisa mungkin dokter akan menghindari tindakan medis yang akan membahayakan posisinya (defensive Medicine),\\\" ungkap Koordinator Nasional DIB dr. Eva Sridiana , SpP, dalam siaran pers yang diterima detikcom<\/strong>, Senin (25\/11\/2013).

Menurutnya, profesi dokter perlu mendapatkan jaminan perlindungan hukum dalam rangka memberikan kepastian dalam melakukan upaya kesehatan kepada pasien, peraturan perundang-undangan yang memberikan dasar perlindungan hukum
bagi dokter adalah pertama pasal 50 UU No. 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran yaitu dokter memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional.

Kedua pasal 27 UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, yaitu bahwa tenaga kesehatan berhak mendapatkan imbalan dan pelindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya dan ketiga pasal 24 PP No 32 tahun 1996 yaitu perlindungan hukum diberikan kepada tenaga kesehatan yang melakukan tugasnya sesuai dengan standar profesi tenaga kesehatan.

Kronologi<\/B>

dr Eva menjelaskan, kronologi kasus ini berawal dari penanganan persalinan pasien Ny. Siska Makatey oleh tim dokter dr Dewa Ayu Sasiary Prawarni Sp.OG, dr Hendry Simanjuntak Sp.OG, dan dr. Hendy Siagian Sp.OG yang pada saat itu
bertugas di RS Prof.Kandou Malalayang. Pasien masuk Rumah Sakit atas rujukan Puskesmas.

Diperkirakan pasien dapat melahirkan normal tetapi sampai pukul 18.00 WITA belum ada kemajuan persalinan dan timbul tanda-tanda gawat pada janin sehingga diputuskan untuk menjalani operasi darurat. Setelah operasi bayi lahir dalam kondisi sehat sehat sementara pasien pasca operasi kondisinya memburuk. Dua puluh menit kemudian pasien meninggal dunia.

Berdasarkan visum dan pertimbangan para ahli kedokteran, penyebab kematian adalah emboli udara di bilik kanan jantung yang menurut saksi ahli dr. Nurdadi Saleh Sp.OG, terjadinya emboli tidak bisa diprediksi dan tim dokter telah menjalankan
prosedur sesuai standar sehingga tidak masuk kategori kelalaian.

Berdasarkan penilaian MKEK, tidak ada indikasi pelanggaran prosedur dan putusan PN Manado juga menyatakan bebas murni tetapi setelah dilakukan kasasi di MA, dr. Dewa Ayu Sasiary Prawarni yang sedang menjalankan praktik di RS Tarakan Balikpapan langsung dieksekusi dan dijebloskan ke Rumah Tahanan Malendeng Manado.

dr Eva menyatakan, akibatnya di kalangan dokter timbul ketakutan tersendiri untuk melaksanakan tindakan medis karena begitu mudahnya dituduh melakukan malpraktik walau berniat dan berupaya menjalankan tugasnya dengan baik. Bahwa sangat berbeda antara Risiko Medis dan Malpraktek Medis.

\\\"Pada akhirnya pelayanan medis hasilnya tidak optimal karena sebisa mungkin dokter akan menghindari tindakan medis yang akan membahayakan posisinya (defensive Medicine) sehingga merugikan masyarakat,\\\" tutup dr Eva.

Sementara itu, dr. Hendry Simanjuntak kini menyusul dr Ayu masuk rumah tahanan Malendeng di Manado. Pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Manado, dr Ayu, dr. Hendry Simanjuntak dan rekannya, dr. Hendy Siagian dituntut 10 bulan penjara, divonis bebas karena tidak terbukti melakukan malpraktik. Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus itu mengajukan kasasi.

Kasasi JPU ini kemudian dikabulkan Mahkamah Agung (MA) lewat putusan yang dikeluarkan pada 18 November 2012 lalu. Eksekusi dr. Ayu dilaksanakan JPU dengan menangkapnya di Balikpapan, Jumat pekan lalu (15\/11\/2013) dan dibawa ke Manado untuk ditahan di Rutan Malendeng.





(nrl/nrl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed