detikNews
Sabtu 19 Oktober 2013, 19:43 WIB

Presiden Minta Penegak Hukum Usut Penyebar Fitnah Penjemputan Prof Subur

- detikNews
Presiden Minta Penegak Hukum Usut Penyebar Fitnah Penjemputan Prof Subur
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak tinggal diam terkait adanya tudingan yang ditujukan kepada BIN atas tuduhan menjemput mantan Ketum Demokrat Prof Subur Budhisantoso. Sang kepala negara meminta aparat penegak hukum untuk mengusut si penyebar informasi ini.

\"Kepada aparat penegak hukum diperintahkan untuk mengusut siapa yang menyebarkan informasi ini,\" ujar Jubir Kepresidenan Julian Pasha saat dihubungi, Sabtu (19/9/2013).

Menurut Julian, tudingan penjemputan terhadap Prof Subur tersebut sudah masuk kategori kelewatan. \"Karena ini sudah merupakan fitnah yang melampaui batas,\" kata Julian.

Kepala BIN Marciano Norman sebelumnya juga sudah membantah kabar tersebut. Bahkan menurut Marciano, sama sekali tidak ada agenda BIN untuk bertemu dengan Prof Subur.

Soal kabar penjemputan Subur oleh BIN dijelaskan seorang pengurus Pergerakan Perhimpunan Indonesia (PPI) yang menjadi moderator dalam diskusi pada Jumat kemarin. Penjelasannya tersebut dimuat dalam jejaring video Youtube.

Diskusi Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) ini digelar di kediaman Anas Urbaningrum di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (18/10/2013). Diskusi itu bertema \'Dinasti Versus Meritokrasi Politik\'. Sebagai pembicara dalam diskusi itu Anas Urbaningrum, Chusnul Mariyah, dan Prof Subur Budisantoso. Namun Subur tak hadir.





(lh/fjr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com