DetikNews
Kamis 17 Oktober 2013, 17:11 WIB

Pimpin Sidang Pilkada Lebak, Akil: Kalau Bohong Masuk Neraka Jahanam!

- detikNews
Pimpin Sidang Pilkada Lebak, Akil: Kalau Bohong Masuk Neraka Jahanam!
Jakarta - Akil Mochtar memimpin sidang sengketa Pilkada Lebak pada Selasa 24 September 2013, sehari setelah pulang dari Singapura. Di negeri singa, dia bertemu dengan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Lalu bagaimana suasana sidang Pilkada Lebak tersebut?

Dalam risalah sidang yang bisa diakses di situs Mahkamah Konstitusi, Kamis (17\/10\/2013), agenda sidang yang dimulai pukul 09.10 WIB itu adalah mendengarkan keterangan saksi dan pengesahan sejumlah barang bukti terkait dugaan kecurangan dalam proses Pilkada Lebak Banten. Akil memimpin sidang panel bersama hakim Maria Farida Indrati dan Anwar Usman.

Para pihak tergugat (KPUD Lebak) dan penggugat (pasangan Amir Hamzah-Kasmin) juga hadir. Termasuk kuasa hukum penggugat, Susi Tur Andayani, yang belakangan jadi tersangka dalam kasus suap terhadap Akil. Ada tujuh saksi yang dihadirkan kubu penggugat, tujuh saksi dari tergugat, dan tujuh saksi lain dari pihak terkait.

Dari risalah sidang, juga terlihat transkrip omongan Akil dan para pihak yang terkait dalam sengketa itu. Sesekali, Akil mengeluarkan ucapan bernada keras pada saksi.

Misalnya saat kuasa hukum termohohn bernama Saleh mempersoalkan salah saksi dari pihak pemohon. Mereka meminta saksi itu ditarik. Akil pun meresponsnya dengan nada tinggi

\\\"Silakan saja, dia kan bersaksi di bawah sumpah. Kalau nggak benar, penjara. Kenapa rupanya? KPU juga?\\\" tanya Akil.

\\\"Kita sumpah di sini, kan di bawah sumpah. Harus netral jadi pemantau, apalagi dia saksi, masuk neraka jahanam kalau nggak netral. Salah satu jalan yang mengantar kita menuju neraka itu kan bersaksi kalau bohong. Betul itu, Pak Ustaz ya? Yang pakai songkok ini kan ustaz semua, tahu itu.\\\"

Saat para saksi selesai disumpah, Akil juga kembali berpesan soal kejujuran. Dia mengingatkan agar para pihak yang dihadirkan jangan berbohong.

\\\"Saudara sudah bersumpah ya, saksi itu menerangkan yang sebenarnya. Kalau mengalami peristiwanya ya bilang, saya langsung. Kalau hanya mendengar, mendengar. Kalau melihat, melihat, jangan hanya dengar-dengar bilang,\\\" tegasnya.

\\\"Oh, saya di situ Pak, padahal cuma dengar. Masuk neraka sana, gitu. Sebelum masuk neraka dipenjarakan dulu di dunia ini. Karena sumpah palsu. Oleh karenanya, disumpah Saudara-saudara,\\\" sambungnya.

\\\"Hakim itu tugasnya mengingatkan, yang menjalani Saudara karena dari kemarin juga perkara lain juga begitu. Satu hal saksinya beda, sama-sama disumpah di bawah Al Quran. Yang mana masuk neraka, yang mana masuk surga pun, nggak tahu. Saya sumpahi sekalian masuk neraka jahanam saja. Yang paling jahat itu, yang paling jeleklah nerakanya!\\\" tegas Akil.

Dalam sidang itu, Akil mengesahkan sedikitnya 40 bukti kecurangan yang disampaikan pihak Amir Hamzah-Kasmin. Berbekal putusan ini, akhirnya Akil pada 1 Oktober 2013 memutuskan Pilkada Lebak harus diulang karena terbukti ada kecurangan.

Pasangan Amir Hamzah adalah kubu yang didukung olah Partai Golkar. Diduga, telah terjadi suap dalam keputusan itu. Uang Rp 1 miliar dari adik Gubernur Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, diamankan KPK dari pengacara Susi Tur Andayani.




(mad/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed