DetikNews
Rabu 16 Oktober 2013, 16:26 WIB

Tragedi Berdarah Di Kalibata City

Gatot Terancam Sanksi Karena Nikahi Holly, Bagaimana Aturan Poligami PNS?

- detikNews
Gatot Terancam Sanksi Karena Nikahi Holly, Bagaimana Aturan Poligami PNS?
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menggelar pemeriksaan internal terkait kabar pernikahan siri Gatot Supiartono dan Holly Angela. Gatot terancam sanksi karena tak melaporkan istri keduanya itu. Bagaimana aturan sebenarnya?

Soal poligami bagi PNS sudah diatur dalam PP no 10 tahun 1983 tentang Izin Perkawinan Dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil. Lalu, aturan itu diubah dengan PP 45 tahun 1990.

Soal poligami, tertera di pasal 4, yang berbunyi:

(1) Pegawai Negeri Sipil pria yang akan beristri lebih dari seorang, wajib memperoleh izin lebih dahulu dari Pejabat.<\/em>
(2) Pegawai Negeri Sipil wanita tidak diizinkan untuk menjadi istri kedua\/ketiga\/keempat.<\/em>
(3) Permintaan izin sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diajukan secara tertulis.<\/em>
(4) Dalam surat permintaan izin sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), harus dicantumkan alasan yang lengkap yang mendasari permintaan izin untuk beristri lebih dari seorang.<\/em>

Lalu dilanjutkan dengan pasal 5, yang berbunyi:

(1) Permintaan izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4 diajukan kepada Pejabat melalui saluran tertulis.<\/em>
(2) Setiap atasan yang menerima permintaan izin dari Pegawai Negeri Sipil dalam lingkungannya, baik untuk melakukan perceraian dan atau untuk beristri lebih dari seorang, wajib memberikan pertimbangan dan meneruskannya kepada Pejabat melalui saluran hierarki dalam jangka waktu selambat-lambatnya tiga bulan terhitung mulai tanggal ia menerima permintaan izin dimaksud.<\/em>

Nah, untuk mendapatkan izin, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Soal ini, diatur dalam pasal 10, yang berbunyi:

(1) Izin untuk beristeri lebih dari seorang hanya dapat diberikan oleh Pejabat apabila memenuhi sekurang-kurangnya salah satu syarat alternatif dan ketiga syarat kumulatif sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan ayat (3) Pasal ini.<\/em>

(2) Syarat alternatif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ialah<\/em>
a. isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri;<\/em>
b. isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan; atau<\/em>
c. isteri tidak dapat melahirkan keturunan.<\/em>

(3) Syarat kumulatif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ialah<\/em>
a. ada persetujuan tertulis dari isteri;<\/em>
b. Pegawai Negeri Sipil pria yang bersangkutan mempunyai penghasilan yang cukup untuk membiayai lebih dari seorang isteri dan anak-anaknya yang dibuktikan dengan surat keterangan pajak penghasilan; dan<\/em>
c. ada jaminan tertulis dari Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan bahwa ia akan berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anaknya.<\/em>

(4) Izin untuk beristeri lebih dari seorang tidak diberikan oleh Pejabat apabila:<\/em>
a. bertentangan dengan ajaran\/peraturan agama yang dianut Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan;<\/em>
b. tidak memenuhi syarat alternatif sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan ketiga syarat kumulatif dalam ayat (3);<\/em>
c. bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;<\/em>
d. alasan yang dikemukakan bertentangan dengan akal sehat; <\/em>

Bila melakukan pelanggaran di atas, seperti yang diduga dilakukan Gatot, sanksi pun siap menanti. Apa saja sanksinya?

Untuk pegawai yang melanggar Pasal 4 ayat (1) beristeri lebih dari 1 tanpa ijin, dijatuhi salah satu hukuman disiplin berat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Disiplin berat dalam PP itu mencakup penurunan pangkat selama tiga tahun, hingga pemberhentian tidak hormat. Atasan yang melanggar aturan di atas pun terancam sanksi serupa.

PNS wanita yang melanggar ketentuan Pasal 4 ayat (2) yaitu jadi isteri kedua\/ketiga\/keempat dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil.






(mad/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed