DetikNews
Jumat 04 Oktober 2013, 14:00 WIB

Diplomasi Makan Siang Jokowi

Ditemui Jokowi, Warga yang Tegang Jadi Tenang

- detikNews
Ditemui Jokowi, Warga yang Tegang Jadi Tenang Makan siang Gubernur DKI Jakarta bersama warga Waduk Pluit. (foto: detikcom)
Jakarta - Sekitar 500 warga Petukangan, Jakarta Selatan menunggu kehadiran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di sebuah Rumah Makan di jalan Saidi Raya. Rabu pagi pada 24 April 2013 lalu itu suasana begitu tegang.

Sejumlah warga, yang akan digusur akibat proyek Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2), membentangkan spanduk penolakan ganti rugi yang ditawarkan oleh pengelola proyek.

Tak hanya spanduk, suara teriakan warga juga bersahut-sahutan menolak besaran ganti rugi tersebut. Tepat pukul 12.45 saat Gubernur Jokowi datang suasana masih tegang. \\\"Sudah ayo makan dulu ya,\\\" kata Jokowi kepada warga saat itu.

Mantan Wali Kota Surakarta itu kemudian masuk ke rumah makan, berbaur bersama warga lainnya yang juga telah menunggu.

\\\"Mari kita rembukkan<\/em> bersama, bicara dari hati ke hati, dan saya ingatkan pada semua ini untuk kepentingan Jakarta dan jutaan orang,\\\" kata Jokowi kepada warga di sela santap siang.

Kepada Jokowi, salah seorang perwakilan warga Petukangan meminta agar ganti rugi yang diberikan tidak merugikan masyarakat. Permintaan itu pun disanggupi oleh Jokowi. \\\"Tidak usah pakai teriak-teriak. Kami akan dengarkan,” kata suami dari Iriana ini.

Asril (29 tahun), salah seorang karyawan rumah makan tersebut mengatakan, setelah ketemu Jokowi warga mulai tenang. Tak ada lagi teriakan, spanduk bertuliskan penolakan ganti rugi pun telah dilipat.

“Pas keluar santai bawaannya, pas masuk kan agak tegang ada bawa spanduk juga. Entah sudah kenyang atau gimana lah,” kata Asril kepada detikcom, Kamis (3\/10) kemarin.

Hal yang sama dikatakan oleh petugas keamanan rumah makan, Mardi Santoso. Setelah selesai acara makan siang bareng Jokowi, suasana mencair dan tampak santai.

Bahkan, Jokowi sempat tertahan di pintu keluar rumah makan akibat banyaknya warga yang berebut salaman dan minta foto bareng.

“Jokowi satu jam di tangga pintu keluar gak bisa kemana-mana, pada berebut foto dan salaman. Angkot yang lewat aja jadi berhenti karena melihat Jokowi,” kata Mardi.

Jokowi selalu meladeni protes dan keberatan warga dengan jamuan santap siang. Sejak menjabat Oktober tahun lalu sudah tiga kali dia mengundang warga makan siang bareng.

Warga yang awalnya keberatan dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun akhirnya nurut. Dalam waktu dekat ini, Jokowi juga akan mengundang warga Lenteng Agung dalam sebuah jamuan santap siang.

Jamuan santap siang tersebut dilakukan menyusul adanya penolakan dari sejumlah warga atas penempatan Susan Jasmine Zulkifli (43 tahun) sebagai lurah di Lenteng Agung.




  • Ditemui Jokowi, Warga yang Tegang Jadi Tenang
    Makan siang Gubernur DKI Jakarta bersama warga Waduk Pluit. (foto: detikcom)
  • Ditemui Jokowi, Warga yang Tegang Jadi Tenang
  • Ditemui Jokowi, Warga yang Tegang Jadi Tenang

(erd/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed