DetikNews
Selasa 20 Agustus 2013, 15:00 WIB

Membongkar Penipuan Berkedok SMS

Tak Ada Efek Jera, Penipuan SMS Tetap Marak

- detikNews
Tak Ada Efek Jera, Penipuan SMS Tetap Marak Fotografer - Agung Pambudhy
Jakarta - Bak cendawan tumbuh di musim penghujan, penipuan dengan pesan pendek (SMS) telepon seluler makin menjamur. Meski sudah lama terjadi, namun modus itu hingga kini masih banyak menelan korban. Salah satunya karena tak banyak pelaku yang tertangkap, dan kemudian dihukum berat.

Dari sekian banyak kasus penipuan, yang bisa diungkap oleh kepolisian paling bisa dihitung dengan jari. Wal hasil kasus penipuan dengan SMS bukannya berkurang, namun justru makin menjamur. Salah satu pemicunya menurut Division Head Public Relation PT Indosat, Adrian Prasanto karena tak ada hukuman berat bagi pelaku.

Hingga kini belum ada efek jera yang bisa membuat pelaku \\\'kapok\\\'. Saat ini yang bisa dilakukan operator seluler adalah menjalin kerjasama dengan kepolisian, untuk mengurangi kasus penipuan melalui SMS. Menurut Adrian, semestinya, korban yang menerima SMS penipuan segera melapor ke kepolisian.

Sayangnya, beberapa penerima SMS penipuan merupakan masyarakat awam, seperti orang lanjut usia dan kalangan pembantu rumah tangga. Mereka menjadi sasaran empuk sindikat penipuan SMS. “Masyarakat harus lebih kritis dan pintar. Tidak mungkin informasi resmi disampaikan melalui nomor pribadi dengan tata bahasa yang cenderung tidak tertata baik,” katan Andrian kepada detikcom, Senin (19\/8) kemarin.

\\\"\\\"

Sejumlah cara dilakukan PT Indosat untuk mencegah penipuan lewat SMS. Antara lain dengan menyebarkan pesan singkat ke seluruh pelanggan, public announcement di televisi, dan sosialisasi lewat akun sosial media. Cara ini dilakukan karena  hingga kuartal kedua, jumlah pelanggan Indosat mencapai 56,6 juta.

Sementara Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati mengatakan pihaknya berupaya serius menangani aksi penipuan yang mengatasnamakan perusahaan lewat pesan singkat serta website penipuan. Telkomsel berjanji akan menindaklanjuti setiap laporan penipuan lewat SMS ke pihak berwajib. Tentunya dengan disertai bukti pelanggaran yang kuat.

“Kami berusaha konsisten menjaga kenyamanan pelanggan. Soal produk, program atau promosi berhadiah kami umumkan lewat situs resmi,” kata Adita. Dalam setiap undian berhadiah, Telkomsel mengklaim akan menanggung 100 persen pajak hadiah pemenang. “Masyarakat juga agar tidak mudah terpancing, lebih waspada, serta berhati-hati dan lebih cerdas, dalam menyikapi modus penipuan tersebut,” tambah Adita.

Dihubung terpisah, Vice President Corporate Communication PT XL Axiata, Turina Farouk membenarkan peredaran sms demikian masih jamak ditemui. Tak hanya dari ponsel, penipuan juga terjadi di situs-situs palsu yang dibuat dengan mencatut nama operator atau perusahaan lain. Turina mengatakan pihaknya sebenarnya sudah melakukan cara-cara untuk meminimalisir berkembangnya sms penipuan antara lain lewat sosialisasi.

Dia mengajak konsumen agar peduli dengan tidak langsung menghapus isi pesan. \\\"Harapan kami adalah melapor ke polisi, karena 2 orang saja melaporkan nomor yang sama kita bisa blokir,\\\" kata Turina kepada detikcom, Senin (19\/8).

Selain itu pemblokiran juga dilakukan jika nomor provider mengirim SMS ke nomor-nomor yang berurutan. Nomor tersebut akan diblokir sebagian, yakni tak bisa pakai service SMS tapi masih bisa dipakai untuk bertelepon.

Keberadaan SMS berisi penipuan tak hanya meresahkan masyarakat. Sebagian dari penipu tersebut mencatut nama operator lain sehingga berdampak negatif terhadap image perusahaan operator seluler. Turina menyebut, belakangan banyak sekali komplain .

\\\"Pasti kita kena dampak terganggu karena banyak sekali komplain yang masuk. Pastinya berkaitan dengan image perusahaan,\\\" ujarnya.





(erd/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed