detikNews
Jumat 02 Agustus 2013, 11:58 WIB

Banjir Pembantu Musiman

Tarif Pembantu Infal Lebih Mahal, Omzet Penyalur Meroket

Ropesta Sitorus - detikNews
Tarif Pembantu Infal Lebih Mahal, Omzet Penyalur Meroket Antara
Jakarta -

Dibanding jasa pembantu pada masa normal, tarif jasa infal tentunya memang jauh lebih mahal. Tak bisa dipungkiri, semakin besar permintaan pasar maka semakin tinggi harga. Sebagai pemain lama yang sudah lebih dari 20 tahun bergerak di bidang jasa penyalur pembantu rumah tangga, Bu Gito melalui Yayasan Cendana Raya biasanya ia hanya mematok tarif sekitar Rp 900 ribu–Rp 1,2 juta per bulan untuk jasa pembantu pada bulan normal.

Namun untuk infal tarif tersebut melejit menjadi Rp 90 ribu–Rp 100 ribu per hari. Seluruh uang itu, kata Bu Gito, menjadi hak pekerja tanpa potongan. Adapun yang akan masuk kantong Yayasan diambil dari biaya administrasi sebesar Rp 900 ribu.

“Dari jumlah itu 50 persen untuk komisi agen dan 50 persen untuk perusahaan,” kata Bu Gito yang dijumpai detikcom Kamis (1/8). Setiap harinya, Bu Gito menyalurkan sekitar 10-20 orang pembantu rumah tangga infal. Dengan jumlah itu, ia bisa mendulang omzet kotor sekitar Rp 18 juta dari uang administrasi.

Untuk musim Lebaran tahun ini Bu Gito menyalurkan tak kurang dari 460 orang pembantu infal. "Sampai sekarang yang sudah disalurkan sekitar 400 orang, di kantor juga masih ada tersedia 60 orang,” ujarnya.

Yayasan Cinta Keluarga juga memanen untung dari tingginya permintaan infal. Per harinya, Yayasan bisa menyalurkan sekitar 10-20 orang ke berbagai wilayah di Jabodetabek. Tarif jasa infal yang dipatok pun cukup tinggi mengingat tingginya permintaan.

Biasanya, jasa pembantu rumah tangga pada masa normal sekitar Rp 900-Rp 1 juta per bulan. “Pembayaran (infal) kita bisa 2-3 kali lipat, kalau untuk pembantunya per hari Rp 100 ribu–Rp 125 ribu, minimal 10 hari,” ungkap Pipin, salah satu staf Yayasan ketika ditemui detikcom Rabu (31/7).

Dari tarif infal itu, Yayasan mematok fee yang cukup tinggi yakni berupa biaya administrasi sebesar Rp 900 ribu. Jumlah itu belum ditambah dengan fee dari penghasilan harian para infal. “Nanti ada potongannya sendiri, misalnya kalau 10 hari kita potong dua hari, pekerja juga tahu itu untuk biaya makan dan akomodasi.”

Pun begitu dengan perusahaan penyalur pembantu Tiara Kasih Bunda. Melihat tingginya permintaan, pemilik Tiara Kasih Bunda, Irena pun memasang tarif khusus untuk jasa pembantu infal yang dia salurkan. Untuk jasa pembantu rumah tangga tarif per harinya Rp 100 ribu. Ia juga memberikan paket per bulan dengan tarif Rp 2,5 juta. “Kebanyakan mengambil yang paket harian dengan range waktu minimal 10 bulan,” kata dia kepada detikcom di kantor Kamis (1/8).

Dari tarif itu pihaknya mengantongi fee Rp 25 ribu per hari dari setiap pembantu infal yang disalurkan. Itu belum termasuk uang administrasi Rp 500 ribu yang harus dibayarkan pelanggan sebelum memakai jasa infal. “(Rp 25 ribu) Itu buat kita karena siapkan makan dan akomodasi, ada layanan antar jemput pakai mobil jadi kita enggak biarkan mereka naik angkot dan motor karena selama Lebaran kan rawan, serta untuk jasa komisi,” kata Irena menguraikan.

Namun ketika ditanya tentang omzet dari para infal tersebut, Irena enggan blak-blakan. “Yang pasti dua kali lipat dari bulan biasa. Tapi kalau bulan ini aku belum bisa kasih tahu karena sekarang kan belum selesai,” kata dia seraya tersenyum.




(brn/brn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com