DetikNews
Senin 27 May 2013, 14:51 WIB

Stop Pemberian Uang ke Anak Jalanan di Perempatan Jalan!

- detikNews
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta agar masyarakat tak memberi uang ke anak jalanan yang biasa nongol di perempatan jalan. Bila ingin memberi sumbangan baiknya langsung ke rumah anak miskin atau lembaga panti asuhan.

\\\"Karena terbukti kebiasaan masyarakat menyumbang atau belanja di jalan yang mempertahankan anak-anak, pengemis dan pengasong di jalanan. Jika sayang sama anak jalanan dan pengemis di jalanan, berhenti memberi di jalan,\\\" kata Komisioner KPAI M Ihsan dalam keterangannya, Senin (27\/5\/2013).

Ihsan juga meminta agar bantuan pemerintah yang bersifat bantuan untuk anak jalanan, dialihkan pada anak miskin. Salah satu penyebab menjamurnya anak jalanan karena adanya program dan bantuan untuk anak jalanan, sehingga anak-anak miskin berbondong-bondong turun ke jalan agar dapat bantuan.

\\\"Pemerintah harus melakukan penjangkauan pada orang tua atau keluarga anak jalanan agar mereka dapat memperbaiki penghasilan dan pengetahuan dalam pengasuhan, bagi keluarga yang sudah dapat pembinaan, diberikan sanksi tegas jika masih membiarkan anak ke jalan dalam bentuk denda atau kurung badan,\\\" jelasnya.

Pemda dan masyarakat juga harus menyediakan ruang bermain bagi anak-anak agar tidak turun ke jalan. Untuk memastikan ini, diharapkan seluruh masyarakat ikut mengawasi kelurahan atau kecamatan untuk memastikan bahwa tersedia ruang bermain yang aman dan nyaman bagi anak-anak di lingkungan.

\\\"Diimbau kepada aparat keamanan agar menurunkan personilnya di setiap daerah yang rawan untuk memastikan bahwa tidak anak pengguna jalan yang diganggu baik dengan menggores mobil, mencuri kaca spion, atau menodong di jalan karena salah satu alasan memberi di jalan takut kendaraan dibaret atau diancam,\\\" urainya.

\\\"Diharapkan keterlibatan semua pihak untuk mempercepat anak-anak bebas dari jalan. Stopmemberi dan belanja di jalan. Jalanan bukan tempat anak-anak. Membiarkan anak di jalan sama halnya dengan berinvestasi untuk kriminalitas,\\\" tambahnya lagi.


(ndr/gah)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed