DetikNews
Sabtu 13 April 2013, 08:03 WIB

Kejahatan Jalanan

Cerita-cerita Pemalakan oleh Pengamen di Bus

- detikNews
Cerita-cerita Pemalakan oleh Pengamen di Bus Foto: Ilustrasi (detikcom)
Jakarta - Modus kejahatan di ibu kota makin beragam. Salah satu caranya adalah mengamen kemudian meminta bayaran dengan ancaman.

Salah satu yang mengalami hal ini adalah Yusuf saat naik bus Mayasari Bakti sekitar setahun yang lalu. Yusuf menuturkan ada pengamen yang usai menyanyi meminta uang kepada dirinya dengan memaksa.

\\\"Saat itu hari Minggu pagi sekitar jam 8.30 WIB, saya naik Bus Mayasari Bakti trayek patas 9BT Bekasi Timur-Kampung Rambutan via Tol Cikunir (saya naik dari depan Mall BTC). Saat saya naik, sudah ada 2 pengamen muda ABG sedang nyanyi-nyanyi ngasal,\\\" tutur Yusuf dalam surat elektroniknya kepada detikcom, Sabtu (13\/4\/2013).

\\\"Lalu pengamen tersebut orasi sedikit dan mulai meminta uang kepada para penumpang. Kebetulan saat itu penumpang sepi dan saya duduk sendiri di kursi 2 seat di tengah,\\\" imbuh Yusuf.

Pengamen itu meminta uang dengan memaksa. Yusuf bergeming, dia tak mau memberi uang. \\\"Salah satunya pergi dan satunya lagi terlihat kesal dan memukul senderan kursi di sebelah saya. Lalu mereka ngeloyor pergi lewat belakang,\\\" katanya.

Lain lagi cerita Romi, dia dipalak pengamen ketika sedang naik Kopaja 72 jurusan Rawamangun-Senen. Pengamen itu membawa alat musik, namun bahkan tak menyanyi. Orasi sebentar di bus, dia langsung meminta uang kepada Romi.

\\\"Dia mengucap salam dan akhirnya pengamen tersebut mendekatiku dan bilang \\\'eh gendut bagi duit, belum makan nih\\\'. Preman tersebut menggunakan logat yang kacau Ambon tidak sampai Medan kelewatan,\\\" ujar Romi.

Romi menjawab tak memiliki uang. Namun sang preman tetap memaksa. \\\"Setelah itu secara reflek aku mengeluarkan bahasa daerahku Palembang, \\\'dak katek bang, ku dak punyo duit, ado duit inilah (tidak punya bang, punya duit segini saja\\\',\\\" tutur Romi.

Ternyata preman itu menanggapi bahasa daerah Romi dengan menanyakan daerah asalnya. Romi menjawab dia berasal dari Palembang. Dia mengira saat itu sang preman tidak akan meminta uang lagi karena berasal dari daerah yang sama, namun ternyata dia salah. Preman itu tetap meminta uang kepada dirinya.

\\\"Karena tidak mau memperpanjang suasana, akhir nya aku kasih juga duit ke pngamen yang juga preman tersebut. Dia kuberi Rp 5.000,\\\" kata Romi.

Awalnya sang preman tak terima cuma diberi Rp 5 ribu. Namun kemudian preman itu duduk diam di Kopaja dan turun.




(trq/kff)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed