DetikNews
Jumat 12 April 2013, 16:08 WIB

Rekonstruksi Pembunuhan Kapolsek: Amuk Massa Dipicu Teriakan Istri Pejudi

- detikNews
Rekonstruksi Pembunuhan Kapolsek: Amuk Massa Dipicu Teriakan Istri Pejudi Foto: andi siahaan/detikcom
Simalungun - Pembunuhan Kapolsek Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, Kompol Andar Siahaan, direkonstruksi. Terungkap bahwa kejadian itu berawal dari penangkapan tersangka perjudian dan istrinya berteriak-teriak.

Rekonstruksi digelar di Mapolres Simalungun di Pamatang Raya Kecamatan Raya, Jumat (12\/4\/2013). Sebanyak 34 adegan diperankan masing masing tersangka di hadapan jaksa dari Kejaksaan Negeri Simalungun dan 2 penasehat hukum tersangka.

Berdasarkan rekonstruksi terungkap, pembunuhan korban berawal dari penangkapan terhadap Kosdin Saragih, pelaku judi togel di Desa Dolok Saribu, Kecamatan Dolok Pardamean. Kosdin dan istrinya Tamaria Aruan berusaha melawan korban dan 3 anggota polisi lainnya. Ketiga anggota korban yakni Aiptu Armada Simbolon, Bripka Lamsar M Samosir dan Brigadir Leonardo Sidauruk. Tapi petugas tetap membawa Kosdin.

Saat dibawa dengan mobil, Tamaria menjerit hingga menarik perhatian warga lainnya, termasuk Boing Sidebang yang kemudian membonceng Tamaria dan mengejar mobil korban. Di tengah jalan keduanya sempat singgah di salah satu warung dan memberitahukan kepada warga lain tentang penangkapan Kosdin. Sebagian warga dengan menggunakan sepeda motor ikut mengejar korban.

Salah satu warga menelepon warga lainnya agar menutup jalan keluar. Alasannya, mereka sedang mengejar pencuri sepeda motor.

Sampai di Desa Merek Rajani Huta, mobil korban dihalangi 3 pedati oleh warga. Puluhan warga mendatangi mobil korban.

Melihat warga mulai emosi, korban bersama 3 anggotanya keluar mobil dan memberitahukan identitasnya. Namun warga tetap emosi dan merusak mobil korban. Bahkan beberapa warga meneriakkan \\\"bunuh, bakar dan maling\\\".

Karena kondisi semakin tidak terkendali, tersangka Kosdin akhirnya dilepas. Namun warga tetap merusak mobil korban.

Tak hanya itu, mereka juga mengejar korban yang berlari bersama Armada Simbolon. Tersangka Rusdin Every Sinaga memukul kepala korban dengan kayu. Korban kemudian jatuh. Warga ikut menganiaya korban hingga tewas. Salah warga, Walsen Malau, bahkan mengambil dompet serta uang korban

Rekonstruksi dikawal ketat polisi. Ratusan warga dan keluarga korban ikut menyaksikan kegiatan tersebut.





(rul/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed