DetikNews
Sabtu 23 Februari 2013, 15:39 WIB

Stasiun Tawang Semarang Dikepung Banjir

- detikNews
Semarang - Hujan lebat selama lima jam yang melanda kota Semarang membuat salah satu stasiun besar yaitu Tawang terendam banjir. Dari jalan di depan stasiun hingga peron terlihat air menggenang setinggi lutut prang dewasa.

Puluhan penumpang berkumpul dan menunggu KA di peron yang tidak terendam air karena ruang tunggu juga terendam air. Bahkan kursi yang disediakan untuk penumpang hanya terlihat bagian atasnya.

Salah satu penumpang, Arifin (40) terpaksa harus berbasah-basah untuk menuju peron. Tidak hanya itu ia juga sudah menunggu sekitar di stasiun keren KA Rajawali tujuan Surabaya yang dijadwalkan datang pukul 10.00 WIB terlambat datang.

\\\"Saya datang jam 08.00, seharusnya berangkat jam 10.00 WIB. Tapi sampai sekarang hampir jam 11.00 WIB belum datang,\\\" kata Arifin di Stasiun Tawang Semarang, Sabtu (23\/2\/2013).

Kondisi banjir di stasiun Tawang cukup memperihatinkan dari jalan menuju stasiun, pengunjung sudah harus menerjang genangan air. Lalu di parkiran mobil, terlihat mobil sedan tergenang hingga ban tidak terlihat. Dari ruang tunggu hingga peron air tergenang setinggi lutut. Meski demikian rel kereta tidak sampai tergenang hingg masih bisa dilewati.

Humas PT KAI Daops IV, Surono mengatakan jalur kereta di stasiun Tawang sudah bisa dilewati oleh kereta api namun dengan mengganti lokomotif dengan kereta rel diesel (KRD). Terkait fasilitas stasiun yang tergenang, penumpang sudah dialihkan ke stasiun Poncol, meski demikian masih ada penumpang yang menunggu di stasiun Tawang.

\\\"Di poncol sudah ada sekitar 50 penumpang. Di Tawang terakhir airnya masih setengah meter. Yang terpenting di jalur kereta sudah turun 10 cm harus pakai KRD,\\\" tandasnya.

Ia menambahkan, pukul 20.12 hari Jumat (22\/2) kemarin ada empat titik banjir yang menggenangi jalur perlintasan kereta yaitu jalur Semarang Tawang-Poncol KM 0+8\/9, kemudian dua titik petak jalan antara Jerakah-Mangkang KM 8 dan KM 10 lalu satu titik antara Semarang-Alastuwa KM 0+600 hingga KM 1+500.

\\\"Sampai 10.30 tadi masih ada satu titik yang cukup tinggi yaitu di petak Semarang Tawang-Alastuwo di Muktiharjo Km 0+600 sebelah Timur ketinggian 12 cm, belum normal, belum bisa lokomotif normal, harus pakai KRD,\\\" tandasnya.

Selain itu sempat terjadi pengkikisan di bawah rel di Mangkang KM 12 sepanjang 10 meter dan kedalaman dua meter. Meski demikian saat ini jalur tersebut sudah bisa dilewati namun dengan kecepatan terbatas.

\\\"Sudah bisa diatasi jam 04.20, bisa dilewati walau dengan kecepatan yang dibatasi di bekas kikisan longsor tersebut. Saat ini masih perbaikan terus,\\\" tandasnya.

Akibat banjir, 13 kereta penumpang dan delapan kereta barang dari arah Barat tertahan dedangkan dari arah Timur saat ini tiga kereta Penumpang dan delapan Kereta Barang juga tertahan.

\\\"Jadi KA dari Alastuwo lokomotif dilepas lalu ditarik KRD sampai Poncol, dari Barat sampai Poncol dilepas lokomotifnya dilanjut KRD sampai Alastuwo habis itu baru bisa memakai lokomotif biasa,\\\" terang Surono.

\\\"Penumpang yang mengalami keterlambatan karena banjir kami berikan kompensasi makanan dan minuman,\\\" imbuhnya.






(fjr/fjr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed