detikNews
Rabu 23 Januari 2013, 12:17 WIB

BNN Ungkap Pengedar Narkoba Alamat Palsu

- detikNews
BNN Ungkap Pengedar Narkoba Alamat Palsu foto: Ilustrasi
Jakarta - Badan Narkotika Nasional mengungkap modus baru dalam peredaran narkoba. Sindikat tersebut menggunakan alamat palsu dengan manfaatkan kartu indentitas milik orang lain mereka pinjam untuk keperluan menerima kiriman paket narkoba yang didatangkan dari India.

\\\"Kasus ini terungkap, ketika Kantor Pos di Pasar Baru, Jakarta Pusat mencurigai paket kiriman barang dengan nomor resi CP014097812IN dari Mumbai, India, yang ditunjukan kepada seseorang berinisial UY di Bekasi,\\\" ujar Kabag Humas Sumirat Dwiyanto dalam acara pemusnahan sabu di Kantor BNN, Jl. Mt Haryono No 1, Jakarta Timur, Rabu (23\/1\/2013).

Sumirat menceritakan setelah dilakukan pemeriksaan dengan sinar X-ray oleh petugas didalam paket tersebut. \\\"Ditemukan dua buah kotak stasionary yang masing-masing diduga berisi sabu kristal dengan berat 1.015 gram,\\\" ujarnya.

Lebih lanjut Sumirat mengatakan esok harinya petugas melakukan controlled delivery ke alamat tersebut.

\\\"Saat diserahkan paket tersebut yang keluar bukanlah orang dengan berinisial UY, melainkan seorang pria berinisial AN, pengakuannya dia, kalau UY sedang keluar dan bersedia menerima paket tersebut, sambil menunjukan KTP UY, setelah paket diterima petugas BNN, langsung menangkap pria tersebut,\\\"

Sumirat menjelaskan sebelumnya kasus seperti pernah ketahuan oleh pihaknya ketika itu seorang mahasiswi di Jogja digunakan oleh kekasihnya yang baru dipacari tiga bulan. Setelah kartu identitas mahasiswi itu digunakan oleh pacarnya membuka rekening, pasangan itu putus.

\\\"Dan seterusnya rekening itu dipegang oleh sindikat narkoba untuk bertransaksi,\\\" kata Sumirat.

Oleh karena itu Sumirat menghimbau masyaraka dapat berhati-berhati jika ada seseorang yang ingin meminjam identitas diri anda

\\\"Atau jika kehilangan kartu identitas agar segera melapor ke petugas setempat. Jangan sampai digunakan untuk memudahkan sindikat narkoba menjalankan bisnis haram mereka,\\\" paparnya.




(edo/lh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed