DetikNews
Minggu 20 Jan 2013, 02:44 WIB

Ini Penjelasan Pengelola Soal Fasilitas Pengamanan Banjir di Plaza UOB

- detikNews
Ini Penjelasan Pengelola Soal Fasilitas Pengamanan Banjir di Plaza UOB
Jakarta - Pengelola Plaza UOB membantah bila tidak menerapkan fasilitas penanganan banjir di gedung yang dikelolanya tersebut. Bencana \\\'Tsunami\\\' yang merendam basement gedung dan mengakibatkan empat karyawan terjebak, dua diantaranya tewas, merupakan bagian yang tidak diduga-duga. Lalu, bagaimana rancang gedung tersebut dalam menerapkan fasilitas pengamanan banjir Jakarta?

\\\"Kita dalam perencanaan gedung, selalu mengacu pada level banjir yang dikeluarkan oleh Pemda DKI Jakarta,\\\" kata General Manager Thamrin Nine, Bangga Nirwanjaya, saat menggelar jumpa pers di, Plaza UOB, Sabtu (19\/1\/2013) malam.

Gedung yang memiliki empat basement itu, pengelola menyiapkan pompa-pompa yang mampu menyedot air bila suatu waktu air menggenangi area tersebut. Dia mencontohkan di basement 4 terdapat tiga pompa sampit dan di basement 3 terdapat enam pompa.

\\\"Selama hujan deras pun kita tidak ada masalah,\\\" paparnya.

Luapan air bah itu, jelas Bangga, terjadi karena jebolnya tanggul Kanal Banjir Barat (KBK) yang ada di Jl Latuharhary, tidak jauh dari gedung berada. Akibatnya, air dengan cepat memasuki area basement bak tsunami ganas,

\\\"Kejadian ini murni bencana,\\\" ujar Bangga.

Menurut Bangga, saat peristiwa luapan apir bah menyerbu basement gedung, pihaknya telah melakukan evakuasi terhadap seluruh karyawan tenant yang ada di gedung tersebut. Namun, nahas bagi empat karyawannya yang terjebak dan tidak sempat meloloskan diri.

\\\"Orang terakhir itu mematikan sistem listrik dan sebagainya. Mereka saat itu berada di jalan evakuasi, mereka keluar dari belakang dan sudah terdorong air. Semua yang di basement 1 sudah keluar,\\\" terangnya.

Pihaknya menyakini jumlah korban yang terjebak di basement tersebut berjumlah empat dan telah diketemukan seluruhnya. Keyakinan tersebut didasarkan kepada tidak adanya laporan karyawan yang hilang dari tenant yang mengisi perkantoran di basement gedung.

\\\"Data kita cek dari tenant yang ada, akhirnya ada 4 nama yang tertinggal ini. Namun, selama masih ada klaim masih kita buka,\\\" ujar Bangga.

Bangga menegaskan, pihaknya siap bila sewaktu-waktu Pemda DKI Jakarta melakukan evaluasi terhadap keamanan gedung yang dikelolanya tersebut. Termasuk bila nanti ditemukan pelanggaran, maka pihaknya pun siap untuk menanggung sanksi yang akan dijatuhkan.

\\\"Jika ada pelanggaran pasti ada sanksi, pasti kita terima,\\\" tegas Bangga.


(ahy/ahy)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed