DetikNews
Jumat 28 Desember 2012, 18:29 WIB

Hari Ke-74 Jokowi

Soal Deep Tunnel, Jokowi: Namanya Sekarang Terowongan Multiguna

- detikNews
Soal Deep Tunnel, Jokowi: Namanya Sekarang Terowongan Multiguna
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta berencana membangun terowongan raksasa (deep tunnel) yang mempunyai banyak fungsi. Selain fungsi pengendali banjir, terowongan ini diharapkan bisa memecah kemacetan di ibukota.

Namun demikian, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menolak penggunaan nama proyek ini dengan istilah bahasa asing. Jokowi menamai proyek ini terowongan multiguna.

\\\"Jadi namanya jangan Inggris. Namanya sekarang terowongan multiguna. Sekarang terowongan MG, multi guna,\\\" cetus Jokowi usai memberikan arahan kepada pejabat wali kota, camat, lurah, dan sudin se-Jaksel di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jalan Prapanca Raya, Jumat (28\/12\/2012).

Jokowi kembali menegaskan jika terowongan ini nantinya akan terintegrasi dengan MRT dan jalan tol. Keuntungan dari proyek ini juga bisa diperoleh dari penyewaan jalur kabel atau limbah yang melalui terowongan ini.

\\\"Iya dong, kan sudah makro desainnya. Sudah ada artinya, antara MRT dengan jalan tol dengan deep tunel<\/i>nya sudah saling nyambunglah. (Nanti profitnya) Banyak, tidak hanya dari jalan tol. (Tapi) Dari sewa kabel, limbah,\\\" imbuh mantan wali kota Solo ini.

Mengenai detail dari proyek ini, Jokowi berjanji akan memaparkannya pada Rabu (2\/1\/2013) mendatang. Jokowi mengatakan panjang terowongan ini dari MT Haryono hingga Pluit.

\\\"Ya kenapa tidak, terowongan gede banget, bisa jalan tol. Gede banget itu. Nanti akan saya tunjukkan gambarnya seperti apa. Mungkn hari Rabu lah. Ini sudah saya rangkum-rangkum. Ini loh, dari MT Haryono ke Pluit. Cara membuatnya seperti apa. Jangan orang berpikiran waduh itu kan menggali pake cangkul misalnya. Nanti saya akan tunjukkan bagaimana cara pembuatan terowongannya,\\\" jelasnya.

Ide deep tunnel pernah mencuat di masa pemerintahan Sutiyoso. Bahkan bersama Wapres Jusuf Kalla, dia melakukan studi banding ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada Juli 2007. Deep tunnel di negeri jiran berfungsi ganda yaitu sebagai jalan raya untuk kendaraan dan bisa berubah menjadi saluran air bila banjir mengancam.

Pada masa Bang Yos, terowongan bawah tanah itu rencananya akan dibangun di Jakarta tepatnya di Jalan MT Haryono hingga Muara Angke. Dengan dibangun proyek itu, 5 masalah besar Jakarta yaitu banjir, air bersih, pengolahan air limbah, transportasi, dan utilitas umum dapat teratasi.

Untuk proyek ini, Jokowi mengatakan Pemprov DKI menyediakan Rp 16 triliun secara multiyears 4-5 tahun.




(rmd/gah)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed