DetikNews
Jumat 21 Desember 2012, 23:26 WIB

Endriartono Sutarto Buka-bukaan Soal Alasan Masuk NasDem

- detikNews
Endriartono Sutarto Buka-bukaan Soal Alasan Masuk NasDem Endriartono Sutarto, Dikhy/detikcom
Jakarta - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto kini terjun ke dunia politik melalui Partai Nasional Demokrat (NasDem). Apa motivasi Endriartono masuk NasDem?

Sebelum terjun ke dunia politik, Endriartono fokus pada upaya-upaya pemberantasan korupsi dan penguatan KPK. Endriartono akhirnya menjatuhkan pilihan politiknya untuk bergabung ke Partai NasDem.

Dalam kunjungannya ke kantor detikcom di Jl Warung Buncit Raya No 75, Jakarta Selatan, Endriartono buka-bukaan soal alasannya masuk Partai NasDem.

\\\"Untuk bisa melakukan perubahan itu perlu power, tanpa power itu kita tidak bisa berbuat apa-apa. Sistem di Indonesia itu, sampai saat ini, untuk mendapatkan power kita harus memenangkan pemilu. kalau tidak menjadi presiden, minimal DPR terkuasai, dan bisa mengambil kebijakan-kebijakan yang bisa membantu rakyat,\\\" kata Endriartonno.

Lalu kenapa dia memilih Partai NasDem? Rupanya Endriartono menilai Partai NasDem masih partai baru, dia berharap bisa menjaga jargon Partai NasDem restorasi Indonesia jika kelak Partai NasDem menang Pemilu 2014.

\\\"Kebetulan partai-partai yang ada kecenderungannya menurun karena kader-kadernya. Semoga ini pilihan saya tidak salah. Mengapa saya menjatuhkan pilihan ke Partai NasDem. kebetulan partai ini partai baru, karena partai masih baru dengan jargon yang di bawahnya itu adalah restorasi yang artinya perubahan. Dan saya melihat negara ini memang harus berubah agar kita tidak terus menerus stagnant seperti sekarang, rakyat-rakyat tidak terus berada di bawah garis kemiskinan,\\\" paparnya.

\\\"Semoga keberadaan saya di sana minimal saya bisa memberikan kontribusi agar suatu saat dia (NasDem) bisa berkuasa masih tetap memperjuangkan kepentingan rakyat,\\\" lanjut Endriartono.

Endriartono secara khusus juga berharap banyak dari Partai Nasdem. Dia berharap bisa ikut menjaga Partai NasDem bebas dari polusi kasus korupsi dan kasus hukum.

\\\"Lebih mudah itu dilakukan kalau partai yang belum terpolusi sekarang, belum terkena polusi. Walaupun orang-orang tanya apakah saya kenal orang di dalamnya, saya bilang sudah. Saya sudah kenal pejabat atau petinggi di tiap-tiap partai saya tahu, saya kenal semua. Tapi menjaga yang belum kena polusi barangkali lebih mudah daripada mereka yang sudah terbiasa terkena polusi. Itu saja harapan saya, mengapa saya memilih NasDem,\\\" pungkasnya.




(van/ndr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed