detikNews
Senin 26 November 2012, 01:45 WIB

Mulai Kondusif, Warga Kutai Barat Tetap Waspada

- detikNews
Samarinda, - Kondisi di dua kecamatan Barong Tongkok dan kecamatan Melak, Kutai Barat, Kalimantan Timur yang sebelumnya sempat mencekam, sudah berangsur kondusif. Untuk menjaga keamanan warga di dua kecamatan tersebut mengadakan ronda keliling di wilayah masing-masing.

\\\"Sekitar jam 7 malam tadi, posisi massa dengan penanda tertentu, di bengkel yang ada di Jl Dr Sutomo, bubar. Tidak tahu juga ngapain mereka ngumpul-ngumpul,\\\" ujar salah satu warga Melak, Aji Nurdin, kepada detikcom, Minggu (25\/11\/2012) malam WITA.

Menurut Aji, siskmaling itu juga untuk berjaga-jaga apabila ada orang asing dari luar kampung yang masuk. Hal ini karena beberapa warga masih khawatir peristiwa kerusuhan yang sempat terjadi malam sebelumnya terulang kembali.

\\\"Ronda siskamling di sekitar kampung. Tapi kita rondanya tidak terlalu jauh dari rumah. Kita jaga-jaga saja siapa tahu ada warga tidak dikenal ke kampung kita ini. Jujur saja, kita masih khawatir. Siapa tahu kejadian terbakarnya pasar di Barong Tongkok Minggu subuh tadi, merembet ke Melak. Meski pasar (Pasar Olah Bebaya) jauh dari pemukiman, kita tetap waspada,\\\" tambah Aji.

Warga Melak lainnya yang dihubungi terpisah, Siti Mariana, mengatakan hal senada. Pemantauan keliling oleh warga dilakukan sejak memasuki malam hari, hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya warga asing ke kampung mereka.

\\\"Rasa khawatir itu pasti ada ya. Tadi sore bapak-bapak juga berunding untuk ronda malam hari ini, mulainya selesai waktu Shalat Magrib tadi. Ya, salah satunya itu untuk menghindari orang-orang luar yang mungkin masuk ke pemukiman kami di sini. Situasi sih kondusif, tapi kita tetap waspada,\\\" tegasnya.

Situasi mencekam di Barong Tongkok, Kutai Barat, Kalimantan Timur, terjadi sejak Jumat (23\/11\/2012). Diduga, pemicunya adalah pengeroyokan terhadap salah seorang warga saat sedang mengisi premium di APMS (Agen Premium dan Minyak Solar) Simpang Raya. Kejadian memanas setelah toko sembako dibakar, ratusan warga mengungsi, dan 800 polisi bersiaga serta pasar tradisional ludes dilalap api, Minggu (25\/11\/2012) dinihari.

Untuk meredakan ketegangan, sejumlah tokoh adat di Kaltim melakukan pertemuan di Samarinda. Mereka menegaskan bahwa konflik yang terjadi di Kutai Barat, bukan antar etnis. Melainkan murni tindak kriminal yang patut mendapat tindakan tegas aparat keamanan. Para tokoh adat itu pun sepakat untuk turun tangan bersama menjaga kondusifitas Kaltim dan Kutai Barat secara khusus.




(fjp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com