detikNews
Senin 12 November 2012, 17:10 WIB

Kasasi Ditolak, Terdakwa Narkoba Edih Mendekam 10 Tahun di Bui

- detikNews
Kasasi Ditolak, Terdakwa Narkoba Edih Mendekam 10 Tahun di Bui ilustrasi (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Pupus sudah semua upaya hukum yang dimiliki warga Serpong, Tangerang, Edih Kusnadi<\/a> (32). Kasasi mantan pegawai asuransi ini ditolak sehingga harus tetap mendekam di penjara selama 10 tahun 4 bulan karena kasus narkoba. Hingga persidangan terakhir, kubu Edih mengaku tidak ada satu pun barang bukti yang dihadirkan ke meja hijau.

\\\"Menolak kasasi terdakwa,\\\" demikian bunyi putusan kasasi seperti dituturkan sumber detikcom, Senin (12\/11\/2012).

Majelis kasasi ini beranggotakan Komariah Esparadjaja dan Suhadi serta Sri Murwahyuni sebagai anggota majelis. Putusan ini diketok pada 18 Oktober 2012 lalu dengan nomor perkara 1672 K\/Pid.Sus.2012.

Seperti diketahui, Edih ditangkap aparat Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya atas tuduhan menjadi bandar narkotika. Peristiwa itu bermula ketika Edih ditangkap petugas di diskotik Millenium pada pada 14 Mei 2011.

Menurut adik Edih, Suheri, bukan hanya Edih yang ditangkap, dua pengedar lainnya Iswandi dan Kurniawan ditangkap polisi dengan barang bukti masing-masing 25 gram sabu dan 29 gram sabu.

Suheri menduga Edih ditangkap lantaran dijebak oleh Iswandi. Saat polisi menangkap Iswandi dan Kurniawan, kebetulan Edih menghubungi Iswandi.

Iswandi dan Edih kemudian janjian bertemu di diskotik Millenium, Jakarta Pusat. Setibanya di lobi diskotik, Edih langsung disergap polisi dan digelandang ke Mapolda Metro Jaya.

\\\"Iswandi menuduh kakak saya sebagai pemilik sabu tersebut. Padahal tidak ada barang bukti dari kakak saya,\\\" kata Suheri kepada wartawan saat itu.

Lalu kasus ini pun bergulir ke pengadilan. Hingga akhir putusan, jaksa tidak bisa menghadirkan barang bukti ke meja hijau.

\\\"Ini aneh sekali, saya menyentuh barang itu saja tidak, apalagi menerimanya. Barang bukti dari saya sebuah ponsel, tidak ada sms atau pembicaraan tentang narkoba di dalamnya. Ini sungguh tidak adil,\\\" kata Edih kala digelandang ke Polda Metro Jaya.




(asp/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com