DetikNews
Selasa 14 September 2004, 12:55 WIB

14 Hakim Agung dan 14 Ketua Pengadilan Tinggi dilantik

- detikNews
Jakarta - Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan melantik 14 Hakim Agung dan 14 Ketua Pengadilan Tinggi (PT) dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama. Pelantikan dilangsungkan di Aula Gedung MA Jl Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Selasa (14\/9\/2004).Hakim Agung yang dilantik antara lain, Harifin A Tumpa, Moegihardjo, Gunanto Suryono, Muhammad Taufiq, Imam Harjadi, Abbas Said, Andar Purba, Joko Sarwoko, I Made Tara, Atja Sondjaja, Susanti Adinugroho, Bahaudin Qaudry, Imam Soebechi, dan Marina Sidabutar. Setelah melantik hakim Agung, Bagir melantik Ketua PT dan Ketua PT Agama. Ketua PT Padang Soetarno, Ketua PT Pekanbaru Sartono, Ketua PT Palembang Sofyan Zein, Ketua PT Yogyakarta Suryanto, Ketua PT Tanjung Karang Rapotan Harahap, Ketua PT Kendari Arsyad Sanusi, Ketua PT Jakarta Ben Suhandasyah, Ketua PT Bandung Nana Juana, Ketua PT Jambi Muhammad Arif, Ketua PT Semarang Stefanus Sutrisno, Ketua PT Manado Kimar Saragih, Ketua PT Denpasar Gusti Made Lingga, Ketua PT Pontianak Dalil Achmad, dan Ketua PT Agama Jambi Hefni HS Hasan. Dalam sambutannya, Bagir mengingatkan Hakim Agung agar menjalankan abatan tersebut dengan ketulusan. \\\"Jangan meringan-ringankan putusan atau memudahkan keputusan, dan jangan juga melambat-lambatkan keputusan,\\\" ujarnya.Bagir juga meminta tidak ada lagi perdebatan soal hakim karir dan non karir di dunia peradilan. \\\"Adanya pernyataan bahwa hakim non karir akan merusak peradilan itu adalah sikap yang tidak bernilai dan tidak bernalar,\\\" ungkapnya.Lebih lanjut lagi Ia berharap jangan sampai ada kesan negatif saat ada promosi dan mutasi di kalangan hakim. \\\"Tidak ada upaya untuk membuang seseorang ke daerah tertentu jika dia ditempatkan di tempat yang tidak diinginkan. Tidak ada niat buruk untuk menempatkan seseorang di daerah tertentu,\\\" tukasnya.Bagir menilai, adalah suatu kebodohan jika seorang hakim mencoba untuk melakukan suap agar bisa dimutasi ke tempat tertentu. \\\"Saya pikir mengirimkan uang ke rekening pejabat tertentu untuk promosi adalah kebodohan seorang hakim. Karena mutasi telah ditetapkan sesuai dengan kriteria dan ketentuan, bukan berdasarkan senioritas,\\\" demikian Bagir.


(dit/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed