DetikNews
Rabu 10 Oktober 2012, 17:54 WIB

Nudirman Munir \'Bete\' Draf Usulan Revisi UU KPK Dihentikan

- detikNews
Nudirman Munir \Bete\ Draf Usulan Revisi UU KPK Dihentikan Nudirman Munir
Jakarta - Fraksi Partai Golkar akhirnya sepakat untuk menghentikan usulan revisi undang-undang KPK. Namun anggota Komisi III, Nudirman Munir merasa berat hati, ia menyatakan partai yang menolak usulan RUU KPK akan menyesal.

\\\"Bagi kita itu sih terserah (jika Golkar dianggap ngotot), tapi anak bangsa selalu mencatat Golkar di barisan terdepan membangun bangsa. Nanti akan jadi penyesalan kenapa kita tidak golkan maunya Golkar,\\\" kata ujar anggota komisi III Fraksi Partai Golkar Nudirman Munir di gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (10\/10\/2012).

Nudirman mengaku upayanya memperjuangkan revisi undang-undang KPK sebetulnya untuk memperkuat KPK.

\\\"Untuk apa sih saya (ngotot)? Kalau sewaktu saya jadi pengacara, kaya raya. Sekarang jadi anggota DPR untuk apa? Kadang sepatu pun sudah miring sebelah. Ya kan? Nah, supaya dikehahui teman-teman yang betul-betul (siapa yang ingin merevisi UU KPK) sekarang ketahuan, apalagi dengan kejadian ini,\\\" kata Nudirman.

Tapi menurutnya, justru di tengah niat baiknya memperkuat KPK, ia dan Partai Golkar dipojokkan dengan tudingan seolah ingin memperlemah KPK.

\\\"Kita sudah hentikan (revisi UU KPK) memang. Kita justru ingin penyidik independen yang ingin ditambah. Jadi ada isu-isu yang nggak benar itu hanya memojokkan kita, memojokkan komisi III dan khususnya memojokkan Fraksi Golkar. Itu yang kita nggak setuju,\\\" keluh Nudirman.

Ia bahkan menyatakan bahwa usulan revisi undang-undang KPK ini adalah bentuk skenario dari pihak yang tidak senang dengan KPK. Namun entah siapa yang bermain dalam skenario itu.

\\\"(Revisi UU KPK) itu kan skenario, orang minang bilang, alun takilek lah takalam, takilek ikan di dalam kolam lah tantu jantan jo batinonyo.<\/i> Jadi ikan di kolam tahu dia mana yang jantan mana yang betina. Jadi kita bisa mendugalah kenapa (usulan RUU KPK) terjadi, kira-kira siapa yang promosi pertama kali jangan lakukan revisi UU KPK. Yang jelas kita 9 fraksi waktu itu sepakat untuk ini direvisi,\\\" tegasnya.

\\\"Sekarang rakyat menghendaki itu (stop usulan revisi UU KPK) ya jelas kita mundur, kita tunggu masa yang akan datang di mana adek-adek kita ini nggak mencurigai partai Golkar, barangkali kita ajukan lagi,\\\" imbuhnya.




(bal/rmd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed