DetikNews
Rabu 29 Agustus 2012, 02:06 WIB

Menlu RI: Palestina Masih dan Terus Jadi Agenda Prioritas Gerakan Non Blok

- detikNews
Menlu RI: Palestina Masih dan Terus Jadi Agenda Prioritas Gerakan Non Blok Foto: Kemlu
Teheran - Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty M. Natalegawa menyatakan, permasalahan yang menimpa Palestina dalam pendirian negara Palestina merdeka masih menjadi prioritas negara Gerakan Non Blok (GNB).

Pernyataan tersebut disampaikan Marty dalam pertemuan yang digelar untuk mempersiapkan Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok yang akan digelar 30-31 Agustus 2012, di Tehran, Iran, Selasa (28\/8\/2012), di hadapan 120 negara anggota GNB.

\\\"Palestina masih dan akan terus menjadi agenda prioritas bagi Gerakan Non Blok,\\\" tegas Marty.

Martu mengusulkan langkah kongkret guna mendukung peningkatan status Palestina di PBB tahun ini serta pendirian negara Palestina yang merdeka pada tahun 2013, sebagaimana telah digariskan oleh pemimpin Palestina.

Dalam pidatonya, marty juga menyinggung peran Dewan Keamanan PBB dalam upaya penyelesaian konflik dan peran menciptakan perdamaian dunia.

\\\"GNB harus mendorong peran dan kapasitas Dewan Keamanan PBB dalam menyelesaikan konflik, menciptakan perdamaian dan mencegah potensi konflik,\\\" tegasnya.

Selain itu, peran GNB dalam membangun infrastuktur global dalam mendorong demokrasi dan Hak asasi Manusia. GNB, menurutnya, harus dapat mendorong terbangunnya institusi demokrasi yang menjamin demokrasi, kebebasan, perdamaian, moderasi serta kemakmuran yang sinergis.

Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan platform agenda pembangunan paska 2015 sebagaimana telah diusulkan oleh Presiden RI yaitu \\\'Sustainable Growth With Equity”.

\\\"Agenda pembangunan global harus adil, tidak boleh ada satu negara pun yang tertinggal. Kemakmuran harus menjadi milik semua negara dan masyarakat di seluruh penjuru dunia,\\\" jelasnya.

Iran terpilih menjadi Ketua Gerakan Non Blok untuk periode tahun 2012-2015 secara aklamasi menggantikan Mesir yang menjadi Ketua GNB sebelumnya.

Indonesia menjadi Ketua GNB pada periode tahun 1994-1996. Wakil Presiden Boediono dijadwalkan menyampaikan pernyataan nasional Indonesia pada KTT GNB tanggal 30-31 Agustus 2012.




(ahy/spt)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed