detikNews
Minggu 03 Juni 2012, 14:22 WIB

Polisi akan Panggil Pengusaha Lain yang Terlibat Kontrak dengan Ari Sigit

- detikNews
Jakarta - Selain terlibat kontrak kerjasama dengan PT Rido Adi Sentosa, Ari Sigit juga diduga melakukan kontrak kerjasama dengan perusahaan kontraktor lain dalam proyek pengurugan tanah di PT Krakatau Wajatama. Polisi rencananya akan memanggil pengusaha yang terlibat kontrak dengan Ari Sigit itu.

\\\"Iya nanti akan dimintai keterangan sebagai saksi,\\\" kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Toni Harmanto, Minggu (3\/6\/2012).

Seperti diketahui, Ari Sigit terlibat kontrak kerjasama dengan PT Rido Adi Sentosa dalam proyek pengurugan tanah di PT Krakatau Wajatama senilai Rp 24 miliar. Dalam kesepakatan kerjasama yang diteken kedua pihak pada tanggal 9 Agustus 2007 lalu, Ari Sigit menjanjikan keuntungan 30 persen dari nilai bagi Sutrisno, selaku direktur PT Rido Adi Sentosa.

Namun rupanya, penandatanganan kontrak tersebut dilakukan sehari pascapemutusan kontrak oleh PT Krakatau Wajatama terhadap PT Dinamika Daya Andalan. Pemutusan kontrak itu diteken oleh Direktur Utama PT Krakatau Wajatama, Ahmad Banani.

Dalam surat bernomor 132\/DU-KW\/VIII\/2007 yang ditujukan PT Krakatau Wajatama ke PT Dinamikan Daya Andalan, Ahmad Banani mencabut surat penunjukkan perusahaan Ari Sigit yang bernomor 83\/DU-KW\/V\/2007 tanggal 24 Mei 2007, tentang investasi pembangunan pabrik senilai USD 102.330.000.

\\\"Alasan PT Krakatau Wajatama memutus kontrak tersebut dengan perusahaan Ari Sigit (PT Dinamika Daya Andalan) lantaran belum mendapatkan izin dari pemegang saham,\\\" ujar Durapati Sinulingga, kuasa hukum Sutrisno.

Namun, setelah terbitnya surat dari PT Krakatau Wajatama itu, Ari Sigit tetap melakukan kontrak kerjasama untuk proyek pengurugan di PT Krakatau Wajatama. Durapati menyebut, proyek tersebut merupakan bagian proyek kecil dari kerjasama PT Dinamika Daya Andalan dengan PT Krakatau Wajatama yang sudah diputus. Nilai proyek pengurugan di PT Krakatau Wajatama mencapai Rp 24 miliar.

\\\"Perjanjiannya saja sudah melanggar hukum, objeknya juga tidak ada. Sehingga patut diduga bahwa ini adalah proyek bodong,\\\" papar Durapati.

Selain melakukan kerjasama dengan PT Rido Adi Sentosa, Ari Sigit juga meneken kontrak kerjasama serupa dengan salah satu perusahaan kontraktor.

\\\"Ada salah satu PT di Bandung, dia neken kontrak kerjasama itu, sehari sebelum kita. Ada tanda tangan Pak Ari Sigit juga dalam kontrak itu,\\\" tutupnya.




(mei/gah)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com