detikNews
Rabu 30 Mei 2012, 12:21 WIB

MA: Grasi Corby Hak Prerogatif Presiden

- detikNews
MA: Grasi Corby Hak Prerogatif Presiden
Jakarta - Keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan grasi kepada Schapelle Corby menuai polemik. Menurut Mahkamah Agung (MA) grasi ini merupakan hak prerogatif yang dimiliki presiden yang tertuang dalam UUD 1945.

\"Itu memang kewenangan presiden, prerogatif presiden,\" kata Ketua MA Hatta Ali kepada wartawan usai melantik Ketua Muda Pengawasan MA Timur Manurung di gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (30/5/2012).

Posisi MA dalam pemberian grasi bersifat pasif. Sebab pertimbangan MA bisa diamini oleh presiden atau \'dibuang ke tong sampah\'. Hal prerogatif ini sesuai Pasal 14 UUD 1945 yang berbunyi presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung.

\"Grasi yang diberikan oleh presiden memang merupakan kewenangan presiden. Dan MA sudah memberikan pendapat
hukum. Masalah diterima atau diditolak adalah kewenangan presiden,\" tambah Hatta.

Terkait kasus Corby, menurut Hatta, MA telah memberikan pendapat hukum sejak 2 tahun lalu. Namun baru diputuskan oleh Presiden SBY baru-baru ini.

\"Ya kita sudah memberikan satu pendapat dan itu tahun 2010, sudah lama. Dan Keppresnya baru turun pada bulan ini. Jadi hampir 2 tahun, sejak pengusulan dari MA. Berarti hampir 2 tahun baru turun,\" papar Hatta.

Corby sebelumnya divonis hukuman penjara selama 20 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta. Dia kedapatan membawa 4,2 kilogram marijuana oleh imigrasi dan polisi di Bandara Ngurah Rai pada 8 Oktober 2004. Lalu, dia mendapat grasi berupa pengurangan hukuman 5 tahun penjara.

Berdasarkan hitung-hitungan sisa hukuman Corby, pengajuan pembebasan bersyarat bisa dilakukan pada 3 September 2012. Namun, ada sejumlah syarat-syarat yang harus ditempuh, seperti jaminan dari pihak terkait, hingga bagaimana kelakuannya selama di tahanan.




(asp/nrl)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com