DetikNews
Senin 14 Mei 2012, 14:30 WIB

Polda DIY Ungkap 3 Kasus Investasi Bodong

- detikNews
Polda DIY Ungkap 3 Kasus Investasi Bodong
Yogyakarta - Kepolisian Daerah (Polda) DIY berhasil mengungkap tiga kasus penipuan dengan modus investasi bodong. Dua kasus mirip forex trading dan satu kasus dengan model investasi emas, uang dan barang-barang.

\\\"Untuk kasus penipuan berkedok investasi bodong melalui sistem online, tersangka KHT (50) sudah kami tangkap dan diperiksa,\\\" kata Direktur Reskrimsus Polda DIY, Kombes Joko Lelono kepada wartawan, Senin (14\/5\/2012)

Modus yang dilakukan tersangka KHT kata Joko, dimulai dengan melakukan pelatihan gratis kepada korban yang berhasil digaet. Pelatihan dilakukan di kantor di daerah Gejayan, Sleman.

Joko mengatakan tersangka ditangkap di Kemayoran Jakarta 23 April 2012. Website yang digunakan, kata dia, website Sky East yang berkantor pusat di London, Inggris.

\\\"Tersangka kepada calon selalu mengaku sebagai perwakilan di Indonesia,\\\" kata Joko di Mapolda DIY di Ringroad Utara, Depok, Sleman.

Setelah KHT ditangkap, website berubah dengan menyebutkan nomor rekening baru. Nomor rekening yang digunakan Tahapan BCA.

\\\"Hosting web di Yogyakarta, webnya kami minta untuk diblokir,\\\" kata Joko.

Menurut Joko, tersangka juga belum banyak memberikan keterangan saat diperiksa karena sakit. Ada beberapa orang tersangka yang masih kita kejar.

\\\"Yang jelas dia tidak sendiri melakukannya, tapi kita belum tahu apakah dia tersangka utama atau masih ada yang lain atau sekedar hanya boneka,\\\" katanya.

Kasus kedua adalah kasus Golden Trust Trading Investment Protection yang beralamat di Jalan MT Haryono Yogyakarta. Hasil penyelidikan polisi, Golden Trust menginduk pada PT Megah Surya Kencana Surabaya. Calon yang ikut ditawari keuntungan 10 hingga 20 persen.

\\\"Ini masih kita kembangkan dan memeriksa beberapa saksi,\\\" katanya.

Sedangkan kasus lain adalah penipuan investasi emas, sepeda motor dan uang tunai lewat investasi bernama \\\'Amanah\\\' Cabang Bandung. Salah satu korban dari Yogyakarta, Ny Sulistyatun. Korban tidak hanya dari Yogyakarta saja tapi juga kota-kota lain. \\\"Total kerugian sekitar Rp 200 juta,\\\" kata Joko.

Menurut Joko, modus penipuan ini dengan investasi emas Rp 4,8 juta dengan keuntungan 1 gram per bulan. Dana yang diserahkan nasabah minimal Rp 1 juta. Dalam waktu satu bulan uang akan kembali utuh dan mendapat bunga 25 persen.

\\\"Kasus ini dua orang tersangka dan satu orang masih kita kejar. Kami harap warga Yogyakarta tidak mudah tergiur oleh investasi semacam ini,\\\" katanya.





(bgs/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed