DetikNews
Kamis 03 Mei 2012, 12:13 WIB

Saksi: Umar Patek Lebih Senang Perang di Luar Negeri

- detikNews
Saksi: Umar Patek Lebih Senang Perang di Luar Negeri
Jakarta - Terdakwa kasus terorisme bom bali II Umar Patek ternyata lebih senang perang di luar negeri. Dia tidak setuju program jihad di Indonesia.

\\\"Dia tidak setuju dengan program jihad di Indonesia karena merusak putra muslim dan korbannya sipil belum tentu non-muslim. Dia lebih suka perang di negara-negara yang sudah ada peperangan,\\\" ujar saksi meringankan Patek, Iqbal Saeni saat bersaksi di Pengadilan Jakarta Barat, Jl S Parman, Kamis (3\/5\/2012).

Iqbal yang mengenakan batik cokelat mengenal Patek di Mindanao, Filipina, saat bergabung di MILF atau Front Pembebasan Islam Moro pada Maret 2003-September 2004. Iqbal mengaku dirinya dan dan Patek berperang melawan pemerintah Filipina yang menyerang kaum muslim di Moro.

Menurut Iqbal, di Filipina, Patek dan dirinya tidak diajari membuat bom. Peralatan untuk perang juga sudah disiapkan.

\\\"Di sana tidak diajari membuat bom. Ketika perang peralatannya sudah disiapkan
dan tidak ada yang rebutan,\\\" jelas Iqbal.

Patek, lanjut Iqbal juga menolak rencana Dulmatin, pemimpin mereka di Pulau Mindanao, untuk membom tempat umum di Filipina. Hingga 2004 saat pulang ke Indonesia, Iqbal tidak mendengar gagasan itu terealisasi.

\\\"Dulmatin di Filipina pernah mengatakan ingin melakukan serangan balas dendam
kepada pemerintah Filipina yang menyerang Moro dan menimbulkan banyak korban dengan menegakkan tempat-tempat publik di Filipina seperti kantor dan terminal yang di situ mayoritas non-Muslim. Tapi Umar Patek adalah orang yang pertama menolak gagasan tersebut. Sampai tahun 2004 saya pulang ke Indonesia gagasan itu tidak pernah direalisasikan,\\\" kata Iqbal.

Umar Patek, yang mengenajkan baju koko, mendengarkan dengan seksama penjelasan Iqbal.







(nik/nwk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed