DetikNews
Senin 19 Mar 2012, 17:06 WIB

Demo Tolak BBM Naik Meluas, Pemerintah Tak Khawatir!

- detikNews
Demo Tolak BBM Naik Meluas, Pemerintah Tak Khawatir!
Jakarta - Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM bisa saja meluas. Tapi pemerintah tidak merasa khawatir dan terus menggiatkan sosialisasi kebijakan itu berikut program kompensasinya kepada berbagai kalangan masyarakat, termasuk akademisi di daerah.

\\\"Pemerintah tidak khawatir. Kami akan berusaha optimal melakukan sosialisasi yang menyeluruh,\\\" kata Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19\/3\/2012).

Fokus utama sosialisasi kini adalah daerah-daerah. Termasuk juga di lingkungan akademik dengan mengikutsertakan jajaran Kemendikbud.

\\\"Tentunya kalau dalam civitas akademika, forum rektor dan sosialisasi jajaran Kemendikbud. Mereka bisa mentransfer apa yang menjadi pertimbangan rasional pemerintah dalam hal BBM,\\\" imbuh Julian.

Menurutnya, aksi unjuk rasa menentang kenaikan BBM lebih diakibatkan kurang atau tidak dipahaminya visi yang pemerintah emban. Bisa jadi di balik aksi-aksi tersebut justru ada kepentingan tertentu dari para penggeraknya yang bukan untuk masyarakat luas.

\\\"Tentu karena mungkin saja ada vested interest di dalam apa yang mereka lakukan,\\\" ucap Julian.

\\\"Kami percaya ini hanya dilakukan sebagian kecil sekelompok orang yang tidak peduli atas apa yang sedang dihadapi pemerintah dan masyarakat Indonesia pada saat ini,\\\" sambungnya.
Lebih lanjut dikatakannya, materi pertemuan antara Presiden SBY dengan rektor ITB, ITS, UGM dan UI hari ini, diantaranya adalah rencana kenaikan BBM. Agar kalangan perguruan tinggi bisa berperan melakukan riset sumber energi altenatif terbarukan agar tidak terus tergantung kepada BBM.

\\\"Juga membuat kendaraan yang lebih hemat bahan bakar, low cost atau green energy,\\\" ucapnya.

Dia membantah isu yang menuding pertemuan sore ini bertujuan membujuk bahkan menyuap para rektor meredam aksi unjuk rasa mahasiswa. Isu itu menganggu kredibilitas pemerintah dan merendahkan empat rektor PTN yang diundang.

\\\"Secara tidak langsung isu itu menyepelekan dan melecehkan para rektor. Padahal mereka itu pimpinan institusi atau lembaga aktivitas mahasiswa,\\\" terang Julian.

(lh/nik)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed