DetikNews
Selasa 15 November 2011, 10:11 WIB

Anggota DPR Nursuhud Suka Naik Ojek, Sholeh Soe\'aidy Belanja di Senen

- detikNews
Jakarta - \\\"\\\"
Sorotan anggota Dewan sering bergaya hidup hedonis dengan memamerkan kekayaan, memang telah berlangsung sejak lama. Namun, di tengah anggota Dewan yang suka pamer mobil mewah dan baju mahal, ada juga yang bergaya hidup sederhana meski tidak tampak kere. ;

Anggota Komisi IX dari F-PDIP Nursuhud, misalnya, sejak dilantik jadi anggota dewan tetap memakai ojek. Dia mengaku punya mobil, tapi sering digunakan anaknya. Ojek menjadi pilihan karena anti macet sehingga bisa tiba di DPR tepat waktu. Lelaki berambut gondrong dan suka memakai topi pet itu, memang tidak menonjol di antara anggota lain yang suka berjas dan berdasi. Nursuhud yang suka menerima kedatangan buruh ini, hanya menggunakan batik ditutupi jaket. ;

Lain lagi dengan anggota Komisi X dari F-PD Sholeh Soe\\\'aidy, yang sering menggunakan dasi dan baju tidak \\\"matching\\\". Bahkan, seperti tidak bisa berdandan sebagai anggota Dewan. Pakaian sederhana yang dia kenakan, terlihat bukan merek mahal. Bahkan, sering hanya mengunakan baju tangan panjang putih saja tanpa dasi. ;

Bahkan, dalam acara kongres Partai Demokrat di Bandung, Sholeh sempat ditolak masuk ke arena kongres oleh panitia. Sholeh memang tidak memandang merek pakaian. \\\"Terkadang saya jalan ke PGC (Pusat Grosir Cililitan), ke Senen, atau Mal Semanggi, ada yang senang saya beli,\\\" katanya. ;

Sementara Ian Siagian dari F-PDIP tak segan berjalan kaki dari apartemennye di kawasan Palmerah. Anggota Komisi IV yang lama bermukim di Australia ini, mengaku senang jalan kaki bahkan untuk jarak yang cukup jauh. Dia juga tidak suka gaya hidup yang mewah apalagi harus dibayar dengan cara mencicil atau berutang. \\\"Untuk apa berutang?\\\" katanya.

Ada juga anggota dewan yang tidak bisa memaksakan diri hadiri acara di tempat yang jauh, karena terlalu banyak uang keluar. Misalnya, ada undangan seminar di luar Jawa, yang terpaksa dibatalkan karena jauh dan butuh ongkos besar. Sementara untuk memenuhi undangan ke daerah pemilihan di Pulau ;Jawa saja, sudah mengeluarkan dana banyak.



(nwk/nwk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed