DetikNews
Selasa 29 Maret 2011, 09:09 WIB

Pelopor Geodesi Indonesia Prof Jacub Rais Berpulang

- detikNews
Pelopor Geodesi Indonesia Prof Jacub Rais Berpulang
Jakarta - Dunia geodesi-geomatik Indonesia berduka. Putra terbaiknya, Prof Jacub Rais, tutup usia pada umur 83 tahun. Jenazah akan dimakamkan Selasa (29\/3\/2011)..

Jacub Rais berpulang ke Rahmatullah pada Senin tanggal 28 Maret 2011 di Jalan Kemang Utara C no. 4 Jakarta Selatan pukul 12.30 WIB.

Agustan, peneliti bidang geodesi di Pusat Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam (PTISDA) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menuliskan dalam surat elektronik pada detikcom bahwa almarhum adalah Guru Besar Geodesi ITB, perintis Jurusan Teknik Geodesi UGM, perintis Universitas Diponegoro, perintis Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), anggota Dewan Riset Nasional, ahli Toponimi dan salah satu wakil toponimi Indonesia di PBB.

\\\"Beliau terlibat dalam masa penjajahan dan pergerakan kemerdekaan zaman Belanda dan Jepang, dan perintis disusunnya informasi spasial Indonesia,\\\" katanya.

Pelepasan jenazah Prof Jacub Rais akan diadakan di rumah duka pukul 09.00 WIB oleh petinggi Bakosurtanal, petinggi ITB dan Undip. Karangan bunga dari bekas muridnya dari berbagai kampus tampak menghiasi rumah duka.

Mereka yang pernah mengikuti ceramah\/kuliah Prof Jacub Rais selalu terpesona oleh kepiawaian keilmuannya. Kesan itu misalnya bisa dibaca di blog faridyuniar.web.ugm.ac.id pada 2008 silam.

\\\"Beliau nampak memahami betul pentingnya pembakuan nama rupabumi. Tidak saja Prof. Rais menyoroti aspek teknis, beliau juga memaparkan dengan gamblang aspeks historis. Ketika memaparkan sejarah di balik nama tempat-tempat di Indonesia, Prof. Rais menegaskan bahwa nama merupakan refleksi sejarah peradaban manusia. Nama sebuah tempat dapat menyimpan fenomena vegetasi pada zaman tertentu, aktivitas masyarakat saat nama itu dibentuk, termasuk juga konteks sosial yang tertuang dalam cerita rakyat misalnya.\\\"

\\\"Prof. Rais mencontohkan, nama Kemang di Jakarta misalnya diambil dari kondisi daerah yang ditumbuhi oleh pohon pemang ada zaman dulu. Demikian pula dengan Duren Tiga. Beda lagi dengan nama Bandung yang berasal dari bendung (air). Hal lain yang ditegaskan Prof. Rais adalah pentingnya memahami bahwa istilah\/bahasa lokal bisa digunakan untuk menamai suatu unsur geografis. Istilah “Ci” berarti air atau sungai, sehingga penulisan yang benar adalah Ci Liwung, untuk nama sungai, bukan Ciliwung dan bukan “Sungai Ciliwung” karena “Ci” sendiri sudah berarti sungai,\\\" tulisnya.

Jacub Rais lahir di Sabang, 18 Juni 1928. Kiprahnya bisa diikuti di biografinya yang berjudul \\\"Jacub Rais 80 Tahun, Merintis Geomatika di Indonesia.\\\"

Selamat jalan, Prof!

Foto: geospatialworld.net<\/em>




(nrl/vit)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed