DetikNews
Selasa 26 Mei 2009, 14:50 WIB

3.000 Naskah dan Buku Jawa Klasik Akan Dikembalikan ke Solo

- detikNews
Solo - Saat ini setidaknya terdapat 3.00 naskah dan buku klasik berbahasa Jawa berada di Australia. Kolektor yang menyimpannya, John Paterson, mengaku bersedia mengembalikannya ke Jawa, khususnya ke Solo, jika Pemerintah bersedia menyiapkan sarana dan prasarana penyimpanan yang memadai.

John, warga negara Australia, yang juga pendiri Yayasan Sastra di Solo. Yayasan tersebut berkomitmen mengumpulkan naskah-naskah dan buku-buku berhuruf dan berbahasa Jawa. Selanjutnya naskah danbuku-buku tersebut didaftar, diarsipkan, dialihaksarakan dan disebarluaskan hasilnya melalui berbagai cara.

Saat ini yayasan tersebut telah mengumpulkan sekitar 6.000 naskah dan buku-buku klasik. 100 naskah kuno tertuliskan huruf Jawa dengan tulis tangan. Sebagian besar lainnya adalah buku-buku yang telah berumur lebih dari 50 tahun terbitan Balai Pustaka Jakarta, Tan Khoen Swie Kediri dan penerbit lainnya.

Dari 6.000 koleksi tersebut, 3.000 di antaranya disimpan John di Australia. Buku-buku tersebut dibawa ke Austalia secara bertahap sejak sekitar 10 tahun lalu. Alasannya, saat itu belum ada tempat memadai di Solo sehingga dikhawatirkan akan mengalami kerusakan jika tidak segera diselamatkan.

\\\"Saat ini jika memang Pemerintah, khususnya Pemkot Surakarta bisa menyediakan tempat yang representatif untuk menyimpanan dan pengelolaannya maka kami bersedia menyatukan kembali koleksi-koleksi sastra kami tersebut kembali ke Solo,\\\" ujar John Paterson kepada wartawan di Solo, Selasa (26\/5\/2009).

Lelaki yang fasih berbahasa Jawa dan Indonesia tersebut tidak mempermasalahkan apakah nantinya penyimpanan naskah dan buku-buku klasik tersebut sepenuhnya dipercayakan kepada Yayasan Sastra yang dikelolanya atau akan digabungkan dengan Museum Radya Pustaka.

\\\"Bagi kami, yang penting kekayaan intelektual masa lalu ini terselamatkan dan dapat dipelajari generasi mendatang. Jangan sampai ada keterputusan ilmu pengetahuan hanya gara-gara bahannya hancur tak terawat. Jika demikian kita akan bersalah pada generasi penerus,\\\" ujarnya.

Wakil Ketua Komite Museum Radya Pustaka, Sunjoto, menyatakan pihaknya siap menerima hibah karya-karya sastra masa lalu tersebut. Namun dia masih akan membicarakan dengan pengelola dan Pemkot.

\\\"Prinsipnya kami siap menerima. Apakah nanti pengelolaannya digabung atau tetap dipisahkan antara Radya Pustaka dengan Yayasan Sastra, tapi itikad baik dari Yayasan Sastra ini harus kita beri penghargaan yang tinggi,\\\" ujar Sunjoto mendampingi John.




(mbr/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed