DetikNews
Selasa 31 Maret 2009, 07:31 WIB

Penduduk Waduk Pluit Tak Takut Alami Tragedi ala Situ Gintung

- detikNews
Penduduk Waduk Pluit Tak Takut Alami Tragedi ala Situ Gintung
Jakarta - Jebolnya tanggul Situ Gintung menewaskan lebih dari 90 orang dan mengakibatkan kerugian ratusan miliar rupiah. Namun ternyata penduduk di sekitar Waduk Pluit, Jakarta Utara, sama sekali tidak khawatir akan bernasib sama dengan penduduk Situ Gintung.

Mereka yakin tanggul penahan Waduk Pluit tidak akan jebol akibat luapan air.

\\\"Saya yakin (waduk) ini kuat,\\\" ujar Wahyu (30) seorang penduduk Sampahan, Pluit, Jakarta Utara kepada detikcom<\/strong>, Senin (30\/3\/2009).

Menurut Wahyu selama ini jika air naik tidak pernah ada masalah. Warga Sampahan memang membuat rumahnya tinggi di atas tiang-tiang kayu.

Seandainya pemerintah memerintahkan mereka untuk pindah pun, Wahyu yakin masyarakat di sekitar Waduk Pluit enggan pindah.

\\\"Dulu pernah kita mau digusur. Rumah-rumah ini mau dibakar. Tapi kami pilih tetap di sini,\\\" ujarnya sambil menunjuk hamparan rumah kumuh didepannya.

Wahyu mengaku tidak tahu tanah milik siapa yang kini didudukinya. Tapi ia mengaku dulunya tempat ini hanya gundukan sampah. Itulah mengapa daerah ini dinamakan Sampahan.

\\\"Dulu warga sini yang bersihkan. Terus bangun rumah. Kalau pindah mau ke mana lagi,\\\" ujar pria berkulit sawo matang ini.

Waduk Pluit tidak hanya dikelilingi pemukiman kumuh. Apartemen mewah, Perumahan elit dan kawasan pertokoan high class juga terletak persis dekat Waduk Pluit. Namun walaupun beda strata sosial, warga yang mampu juga sepikiran dengan Wahyu.

\\\"Saya yakin Waduk Pluit tidak akan sama dengan Situ Gintung. Di sana kan memang sudah tua, dari zaman Belanda,\\\" ujar Clara (24) warga salah satu perumahan mewah di Pluit.




(rdf/nwk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed