DetikNews
Jumat 12 September 2008, 17:37 WIB

Melongok Bengkel KA Balai Yasa Manggarai Menjelang Lebaran

- detikNews
Melongok Bengkel KA Balai Yasa Manggarai Menjelang Lebaran
Jakarta - Kereta api masih menjadi alat transportasi darat jarak jauh paling favorit di Indonesia. Tak heran, menjelang lebaran tiket kereta api menjadi barang yang paling diperebutkan orang, utamanya para pemudik. Ribuan orang akan berduyun-duyun memanfaatkan alat transportasi ini guna menuju kampung halaman.

Barangkali tidak banyak yang tahu seperti apa proses di balik beroperasinya alat ini. Seperti layaknya alat transportasi yang lain, kereta api pun memerlukan perawatan rutin dan perawatan khusus ketika mengalami kerusakan. Namun lain dengan alat transportasi semisal sepeda motor dan mobil yang bengkelnya bisa kita temui di tiap sudut ibu kota, bengkel kereta api tidak berjumlah banyak. Di Jakarta, bengkel kereta api terdapat di Jl Bukit Duri, Manggarai, Jakarta Selatan. Namanya Bengkel Kereta Api Balai Yasa Manggarai.

Seperti apa kegiatan di bengkel ini? Berikut laporan detikcom.

Di bengkel berukuran 2.000x500 meter ini, saban harinya selalu berjejer puluhan rangkaian kereta yang menunggu untuk dicek dan diperbaiki. Semua jenis kereta, mulai ekonomi, bisnis, eksekutif, hingga KRL ada di sini untuk mendapatkan perawatan rutin yang dilakukan tiap dua tahun. Tiap jenis kereta memilik tempat masing-masing.

Mengingat bentuknya yang panjang dan terdiri dari banyak gerbong, proses perawatan kereta api memakan waktu yang cukup lama. Untuk satu rangkaian kereta api diperlukan waktu 30 hari guna melakukan pengecekan hingga diperbolehkan keluar dari bengkel.

"Untuk satu rangkaian kereta api, kita membutuhkan 30 hari," jelas penanggung jawab quality control Bengkel Balai Yasa Manggarai, Mursidi, saat ditemui detikcom di bengkelnya, Jumat (12\/9\/2008).

Pengerjaannya dilakukan oleh orang-orang yang sudah terlatih. Dalam suasana bengkel yang berdebu dan bising, sekitar 600 personel dipekerjakan tiap hari untuk melakukan kerja-kerja perbengkelan semisal mengelas, mengecat, mendempul, dan sebagainya.  

Proses pengerjaan satu kereta dimulai dengan pengecekan. Begitu kereta masuk bengkel, kereta akan dipisah menjadi dua, yakni bagian body dan bagian bogie. Body adalah badan kereta mulai dari atap, dinding, hingga lantai kereta. Adapun bogie adalah seperangkat alat yang menjadi tempat untuk roda (semacam rangka kereta).

Masing-masing bagian akan dicek secara terpisah namun bersamaan. Jika ditemukan kerusakan di bagian tertentu, petugas akan memperbaikinya sebelum kemudian kedua bagian itu disatukan kembali.

Begitu disatukan bukan berarti proses sudah selesai. Perlu dilakukan pengukuran kesetimbangan terlebih dulu sebelum kereta boleh keluar bengkel untuk diuji coba. Pengukuran itu untuk memastikan jarak antara body dan bogie tidak melebihi 10 mm.

"Jika lebih dari 10 mm kereta akan goyang atau tidak stabil yang sangat berakibat fatal dalam kenyamanan maupun potensi kecelakaan," jelas Mursidi.

Begitu kesetimbangan sudah dipastikan, barulah kereta dibawa keluar bengkel untuk dilakukan uji coba.

"Biasanya kita menguji coba dari stasiun Manggarai hingga Karawang," ujar Mursidi.

Uji coba ini dilakukan untuk memastikan kelaikan sarana (quality control). Jika sudah oke, itu artinya proses perawatan sudah selesai, dan kereta bisa dibawa ke deponya masing-masing.

Biaya untuk perbaikan kereta berbeda-beda tiap jenis. Untuk kereta eksekutif, sekali perbaikan bisa menelan biaya Rp 150 juta. Sedangkan untuk kereta bisnis biayanya Rp 90 juta. Adapun kereta ekonomi menghabiskan Rp 60 juta.

Di hari biasa, menurut Marsudi, selama satu bulan ada 30 kereta yang keluar dari bengkel. Satu hari satu kereta keluar. Namun mendekati lebaran, jumlahnya meningkat dua kali lipat. Satu bulan bisa mencapai 60 kereta.

Untuk memenuhi permintaan yang meningkat itu, jam kerja petugasnya pun ditambah. Dari yang tadinya 7 jam\/hari (08.00-15.00 WIB) menjadi 10 jam\/hari (08.00-18.00 WIB).


(sho/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed