Mahasiswa UM Surabaya Diajak Jadi Relawan Erupsi Semeru

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 18:33 WIB
Universitas Muhammadiyah Surabaya
UM Surabaya mengajak mahasiswa menjadi relawan erupsi Semeru (Foto: Tangkapan layar)
Surabaya -

Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya melalui program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) proyek kemanusiaan mengajak mahasiswa untuk menjadi Relawan mahasiswa tanggap bencana (Matana). Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk meningkatkan empati atas kondisi sosial, seperti erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12).

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Surabaya, Dede Nasrullah menjelaskan aksi kemanusiaan merupakan bagian dari menumbuhkan rasa empati mahasiswa. Proyek kemanusiaan ini dapat dikonversi sebagai Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan kredit 4 SKS.

"Kami membuka kesempatan kepada mahasiswa aktif UM Surabaya mendaftarkan diri menjadi relawan bencana. Mahasiswa yang terpilih direkognisi nilai mata kuliah KKN. Hal ini merupakan bagian dari implementasi MBKM," kata Dede dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (8/12/2021).

Dede mengatakan baru sehari pendaftaran dibuka, sudah puluhan mahasiswa yang mendaftar. Karena banyaknya antusias mahasiswa yang berminat, maka akan dilakukan seleksi personal, administratif, dan wawancara.

"Mereka yang lolos yang akan diberangkatkan," ujar Dede.

Wakil Rektor 1 bidang akademik M Ridlwan mengatakan UM Surabaya berkomitmen atas pentingnya menerapkan program MBKM.

"Kampus harus tanggap pada masalah kebencanaan khususnya erupsi gunung Semeru. Semoga melalui program MBKM, yaitu pada konteks proyek kemanusiaan ini, pemulihan pada korban erupsi segera teratasi," jelas Ridlwan.

Ridlwan menambahkan bahwa program tersebut akan dilaksanakan selama satu bulan, mulai 21 Desember - 21 Januari 2022. Mahasiswa melakukan serangkaian kegiatan, di antaranya memberikan trauma healing, melakukan recovery, berjaga di dapur umum, melakukan distribusi bantuan, pendampingan pendidikan.

"Tentu kegiatan ini kami akan bekerjasama dengan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang telah berpengalaman menangani bencana, serta lazis-mu untuk penyaluran bantuan kepada korban" pungkas Ridlwan.

(iwd/iwd)