Kompetisi Selancar Dunia Paling Bergengsi Bakal Digelar di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 23:57 WIB
Rapat Koordinasi penyelenggaraan WSL Championship Tour
Rapat Koordinasi penyelenggaraan WSL Championship Tour (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Ajang selancar paling bergengsi di dunia, World Surf League (WSL) Championship Tour, bakal dihelat di Banyuwangi, Mei-Juni 2022. Persiapan ajang dengan social media engagement terbesar ketiga di dunia setelah NBA dan NFL (American football) itu terus dimatangkan.

"Ini akan menjadi salah satu instrumen pemulihan ekonomi, milestone untuk bangkitnya pariwisata. Banyuwangi siap menjadi tuan rumah," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat rapat persiapan terkait hal tersebut, Selasa (7/12/2021).

"Kami menyambut dengan antusias event ini. Sebagai salah satu ajang internasional yang mendapatkan perhatian luas dari seluruh dunia, ini tentu akan menjadi momentum penting bagi dunia pariwisata nasional, khususnya Banyuwangi," imbuh Ipuk.

Hadir dalam rapat tersebut Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kemenkomarves, Kosmas Harefa, yang diikuti oleh lintas kementerian dan lembaga serta pihak terkait. Ada pula perwakilan Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI), dan planning events international WSL, Tim Hain.

WSL Champion Tour sendiri merupakan ajang yang memiliki peminat yang sangat tinggi. "Engagement sosial medianya no 3 setelah NBA dan NFL, masih di atas MotoGP yang rangking 9. Ini akan menjadi sarana promosi yang tinggi bagi tempat penyelenggaranya," terang Planning and Development PSOI Anggi Yuhista.

Begitu pula dengan kunjungan wisata dan dampak ekonomi yang ditimbulkannya. Menurut hasil riset PSOI terhadap penyelenggaraan WSL Championship di beberapa tahun pada tahun-tahun sebelumnya, ada lonjakan kunjungan wisatawan pada tempat-tempat penyelenggaraan tersebut.

"Dari riset yang kami lakukan, di tempat yang menjadi tuan rumah WSL Championship Tour ini, setiap tahunnya terjadi lonjakan konstan kunjungan wisatawan antara 80 sampai 90 persen. Rata-rata lama menginap mereka sampai sembilan hari dan membelanjakan uang sebesar US$ 777 setiap orangnya," terang Anggi.

Selama pandemi ini, lanjut Anggi, di Indonesia memang terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan dari kalangan peselancar. Pada 2020 kemarin, hanya ada 233 ribu wisatawan. Turun sampai 84, 26 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisatawan peselancar di tahun sebelumnya. Dari penurunan tersebut, diperkirakan ada US$ 973 juta potensi ekonomi yang hangus.

"Pandemi dalam satu tahun terakhir ini, memang cukup membuat kunjungan wisatawan dari kalangan surfer menurun drastis. Namun, kami yakin, dengan kembali digelarnya WSL Championship Tour tahun depan di Banyuwangi akan kembali mengerek kunjungan wisata sekaligus menaikkan perputaran ekonomi," papar Anggi.

Sejatinya, Banyuwangi telah disiapkan menjadi tuan rumah WSL pada tahun 2020 lalu. Abdullah Azwar Anas yangmenjabat Bupati Banyuwangi pada tahun 2019 telah bertemu dengan perwakilan WSL membahas segala persiapan WSL. Namun, event tersebut gagal dihelat karena situasi pandemi yang tidak memungkinkan.