Guru MTs NU Trate Gresik Raih Penghargaan dengan Bio Baterai

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 10:48 WIB
MTs NU Trate Gresik
M Faiq Rofiqi Guru MTs NU Trate Gresik (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Gresik -

Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Trate Gresik, Muhammad Faiq Rofiqi menerima penghargaan dari Kementerian Agama RI. Faiq menjadi juara pertama dalam kategori laboran usai mempresentasikan bio baterai.

Sebelumnya, Kementerian Agama RI memberikan penghargaan bagi guru dan tenaga pendidik yang berprestasi pada lingkup madrasah. Penghargaan ini bersamaan dengan puncak peringatan Hari Guru Nasional 2021 di Jakarta.

Faiq mengaku bersyukur telah berhasil menjadi yang terbaik setelah menyisihkan kontestan lain dari sekolah madrasah negeri.

"Bagi saya ini luar biasa, karena pesertanya itu dari seluruh Indonesia. Saya tidak menyangka dapat prestasi terbaik ini, sebab nominator lain itu luar biasa dan semuanya merupakan Madrasah Aliyah Negeri (MAN)," ujar Faiq di MTs NU Trate Gresik, Jumat (3/12/2021).

Penghargaan ini karena presentasi bio baterai yang diusung sebagai alat peraga. Bio baterai disempurnakan Faiq dalam mendukung proses pembelajaran siswa.

"Sebenarnya ini tidak baru, karena sebelumnya ada siswa yang saya dampingi (Bimbing) itu buat. Tapi kemudian saya sempurnakan lagi, dari yang semula hanya menciptakan daya listrik menjadi lebih kepada menunjang dan mendukung proses pembelajaran siswa," papar Faiq.

Jika dilihat sepintas, alat peraga bio baterai ini terlihat cukup sederhana. Ada beberapa lempeng besi dan tembaga yang terkait dengan kabel. Lalu, di bawah papan PCB yang terletak lempengan besi dan tembaga, diletakkan beberapa kaleng bekas yang dapat terhubung dengan lempengan besi serta tembaga.

"Jadi di kaleng-kaleng pada alat peraga ini, nantinya dapat diisi oleh siswa dengan beragam cairan yang dapat menghasilkan aliran listrik. Apakah itu cairan dari senyawa yang ada pada buah-buahan, dedaunan dan macam-macam lainnya," kata Faiq.

Faiq menyebut butuh waktu sekitar enam bulan untuk melakukan penelitian. Dia mengatakan mematangkan konsep ini sebelum alat peraga bio baterai berhasil disempurnakan. Hal ini untuk mengikuti ajang yang diselenggarakan Kemenag RI.

"Pelajaran penting yang saya dapat setelah ajang itu adalah, percaya diri sebelum hasil ditentukan dan juga proses. Karena semua tidak ada yang berlangsung instan, butuh proses yang harus dilalui untuk menghasilkan sesuatu," ucap Faiq.