Wisata Kuliner UMKM Cara Wali Kota Madiun Hidupkan Ekonomi

Sugeng Harianto - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 14:05 WIB
Wisata Kuliner Lapak UMKM Tiap Kelurahan, Cara Wali Kota Madiun Tumbuhkan Ekonomi
Foto: Sugeng Harianto
Madiun - Pilihan mencicipi kuliner di Kota Madiun kini kian beragam. Tak usah bingung, karena banyak lapak UMKM menjajakan kuliner tradisional hingga kekinian yang bisa dijumpai.

Program Lapak UMKM ini merupakan gebrakan Wali Kota Madiun, sekaligus wujud pemerataan pembangunan. Karena, aneka stan kuliner ini bisa ditemui di tiap kelurahan.

"Artinya, pembangunan tidak hanya di tengah kota saja. Namun, sampai di tiap kelurahan kita ciptakan wisata kuliner biar semua orang dengan mudah dan dekat bisa menikmati sajian UMKM," ujar Maidi saat dikonfirmasi detikcom Selasa (30/11/2021).

Wisata kuliner lapak UMKM, kata Maidi, telah beroperasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tak hanya kuliner saja, namun aneka kebutuhan sayuran mentah juga tersedia di lapak.

"Pembangunan lapak tentu bertahap, tak hanya kuliner langsung santap tapi juga aneka kebutuhan bahan sayuran mentah. Saya pesan, lapak ini dikelola dengan baik. Yang rukun. Tidak usah ribut. Ini penting agar harapan kita untuk meningkatkan ekonomi lokal bisa maksimal,'' kata Maidi.

Maidi menjelaskan, setiap kelurahan harus memiliki ikon tersendiri. Sementara terkait pengunjungnya, Pemkot Madiun bakal mendatangkan wisatawan melalui jalur sepeda wisata.

"Jadi, ketika pengunjung atau pesepeda haus atau lapar setelah bersepeda ataupun beribadah, bisa langsung ke lapak UMKM di tiap kelurahan untuk menikmati kulinernya," ungkap Maidi.

Program Lapak UMKM di Kota Madiun telah resmi berjalan bertahap. Saat ini sudah ada dua kelurahan yang mengambil start lebih awal.

Seiring waktu, akan menyusul 25 kelurahan lain yang saat ini sudah mulai berlomba membuat wisata kuliner.

''COVID-19 kita rem, tapi ekonomi juga kita gas. Semua kelurahan kita beri anggaran untuk pembangunan tempat seperti ini. Sudah dua kelurahan lapak UMKM di antaranya kita resmikan dan lainnya sudah mulai juga tapi belum sempurna,'' jelas Wali Kota Maidi.

"Pembangunan kedua lapak tersebut memang sudah selesai. Begitu juga dengan di 25 kelurahan yang lain. Namun, baru Kelurahan Madiun Lor dan Winongo yang sudah dimanfaatkan untuk jual beli," imbuhnya.

Maidi mencontohkan, salah satu lapak UMKM di Kelurahan Taman. Di sana lapak UMKM berada di area wisata religi Masjid Kuno Taman. Stan UMKM yang diberi nama Donopuran ini menyajikan beragam kuliner lezat.

"Lapak Donopuran banyak aneka kuliner, sambil berwisata religi menikmati sajian UMKM, mulai dari yang tradisional seperti lontong sayur, pecel, soto, tahu gejrot, dan gado-gado. Hingga makanan modern khas milenial seperti kue balok, bluder Moju, jasuke, dan kopi susu Dalgona ada semua," terangnya.

Lapak UMKM Donopuran dapat dinikmati masyarakat sejak pagi hingga malam hari. Apa lagi ketika akhir pekan. Pedagang yang berjualan semakin beragam. Bahkan, tersedia sayuran segar hasil panen hidroponik dari kelompok tani di wilayah kelurahan tersebut.

Di kesempatan ini, Maidi mengimbau para pedagang senantiasa menjaga rasa masakan. Serta, menjaga kebersihan di area lapak.

"Orang bisa tertarik berkunjung salah satunya karena bersih. Kalau lapaknya bersih, orang makan akan lebih nyaman," ungkap Maidi.

Saat ini, Pemkot Madiun juga serius meningkatkan ekonomi dengan menggali potensi yang dimiliki tiap kelurahan. Dia menyebut, nantinya setiap ada acara ataupun kegiatan, dirinya menginginkan agar konsumsi berasal dari UMKM.

"Cuma saya pesan, apa yang sudah baik ini untuk dijaga bersama. Juga jangan terlalu ramai. Karena yang kita tahu COVID-19 saat ini masih ada. Tidak mengenal waktu dan tidak tahu akan menyerang siapa saja. Maka dari itu, sata berharap agar seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan jaga diri masing-masing dengan tetap terus menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin. Yakni mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker," pesannya. (fat/fat)