Duh, 7 Km Jalan Rusak di Ponorogo Ini Sering Bikin Kendaraan 'Jadi Patung'

Charoline Pebrianti - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 14:16 WIB
jalan rusak di ponorogo
Roda kendaraan warga tak jarang tak bergerak karena terjebak lumpur (Foto: Charoline Pebrianti)
Ponorogo -

Jalan penghubung antara Kecamatan Mlarak dan Pulung rusak berat. Tepatnya di Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung. Saat musim hujan, tak jarang mobil atau truk yang melintas sering terjebak dan tidak bisa bergerak karena ban mobil terjebak lumpur.

Salah satu warga setempat, Kosim menerangkan awalnya jalan tersebut sempat disodet atau dikeruk untuk dikasih gorong-gorong. Namun usai pemasangan gorong-gorong saat musim hujan justru terjadi banjir.

"Airnya pun meluap ke lahan jagung, akhirnya jagungnya banyak yang hilang terbawa air," tutur Kosim kepada wartawan, Selasa (30/11/2021).

Karena banjir tersebut, lanjut Kosim, akhirnya banyak warga yang memprotes. Akhirnya gorong-gorong pun diambil. Setelah diambil, jalan pun diurug kembali. Namun saat diurug hanya menggunakan tanah liat.

jalan rusak di ponorogoFoto: Charoline Pebrianti

"Ini diurug bukan menggunakan material yang keras akhirnya kayak semacam lumpur, ketika banyak orang yang lewat akhirnya banyak yang mobilnya nggak bisa lewat karena bannya nancep," imbuh Kosim.

Menurut Kosim, jarak tempuh antara Kecamatan Mlarak ke Pulung sepanjang 14 kilometer. Sedangkan jalan yang rusak sepanjang 7 kilometer. Paling parah di titik bekas galian gorong-gorong.

Saat musim hujan, pengendara harus berhati-hati. Sebab, tak jarang roda mobil terjebak di dalam lumpur.

"Kalau memutar sejauh 35 kilometer, jalan ini harus diperbaiki secepat mungkin diaspal atau dicor," tandas Kosim.

Pengendara lain, Faizal asal Pulung mengaku setiap hari melewati jalan rusak tersebut. Pasalnya, ini merupakan akses satu-satunya yang bisa dia lewati dengan cepat.

"Saya habis dari Mlarak mau pulang ke Pulung, susah lewat sini kalau pas hujan," pungkas Faizal.

(iwd/iwd)