Nina Dorong Pemerintah Buat Regulasi Larangan Pengunaan Plastik Sekali Pakai

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 12:03 WIB
Nama Aeshnina Azzahra Aqilani
Nina di gunungan plastik (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Gresik -

Plastik adalah salah satu limbah utama pencemar sungai. Itu diperparah dengan maraknya penggunaan plastik sekali pakai.

Sebagai aktivis lingkungan, Aeshnina Azzahra Aqilani (14) juga prihatin melihat fenomena tersebut, khususnya terhadap Kali Brantas yang ditelitinya. Remaja yang akrab disapa Nina ini mengatakan Kali Brantas sangatlah kotor dan keruh, bahkan terkadang airnya berbau.

Menurut Nina, pencemaran Kali Brantas disebabkan oleh tiga faktor. Pertama karena masyarakat yang kurang paham akan isu lingkungan. Masyarakat membuang sampah di mana saja, termasuk sungai.

"Tapi kalau masyarakat sudah paham, mereka bingung akan membuang sampahnya kemana. Karena kurangnya fasilitas. Jadi yang kedua pemerintah yang kurang memfasilitasi atau tidak menyediakan tempat pengumpulan sampah atau pengolahan sampah. Ya, mungkin ada di pusat-pusat kota saja. Tapi di desa-desa tidak disediakan," ungkap Nina.

Nama Aeshnina Azzahra AqilaniFoto: Deny Prastyo Utomo

Selanjutnya faktor yang ketiga menurut Nina ialah produsen yang menjual produk-produk dengan saset atau plastik sekali pakai.

"Mereka tidak bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan. Padahal, sebaliknya mereka harus bertanggung jawab atas semua produk atau semua sampah yang mereka hasilkan," ujar Nina.

Diakui oleh Nina, tidaklah mudah untuk mengedukasi tentang penggunaan plastik sekali pakai. Akan tetapi, remaja 14 tahun ini akan tetap konsisten mengedukasi dan mendorong pemerintah daerah untuk membuat regulasi yang melarang pengguna plastik sekali pakai.

"Untuk mengedukasi orang-orang ini susah. Tapi kita tetap harus bercoba, kita harus tetap konsisten. Sekarang saya juga sedang berfokus untuk mendorong pemerintah lokal (daerah) untuk membuat regulasi yang melarang pengunaan plastik sekali pakai," lanjut Nina.

Rumah Nina sendiri yang berhadapan langsung dengan Sungai Brantas. Ke depan ia tetap akan concern pada pemulihan sungai yang tercemar. Menurut pelajar kelas 3 SMP ini, sungai merupakan salah satu sumber kehidupan.

"Rumah saya di depan Kali Brantas, jadi kali (sungai) ini dijadikan sumber air minum, untuk orang yang tinggal di Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto lebih dari 6 juta orang. Jadi ini adalah sumber air minum," tandas Nina.

Simak video 'Nina Bocah Gresik yang Mendunia Gegara 'Lantang' Bicara Lingkungan':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)