Longsor di Blitar Jebol Tembok Musala-Rumah hingga Putus Akses Antar Desa

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 07:19 WIB
Hujan Deras di Blitar Sebabkan Longsor
Foto: Istimewa (Dok BPBD Kabupaten Blitar)
Blitar -

Bencana hidrometeorologi masih terjadi di Kabupaten Blitar. Hujan deras membuat longsor di beberapa titik. Longsor kali ini menerjang dinding musala dan menutup akses jalan antar desa.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Blitar, hujan intensitas tinggi mulai mengguyur wilayah utara Kabupaten Blitar sejak pukul 13.00 sampai 21.00 WIB. Dua wilayah kecamatan yang diguyur hujan deras itu yakni Kecamatan Gandusari dan Wlingi.

Dampak yang terjadi, dilaporkan timbulnya longsoran tebing di beberapa lokasi. Seperti di Desa Semen Kecamatan Gandusari, tebing setinggi 20 meter dengan lebar 15 meter mengalami longsor. Material longsoran berupa lumpur dan batu, menutup akses jalan dari Dusun Parung menuju Desa Semen sejauh sekitar 2 kilometer.

"Selain menutup akses jalan, di lokasi lain masih di Desa Semen, kami menerima laporan longsoran bahu jalan menerjang dinding dapur bagian rumah Bapak Misman dan Bapak Rudi," papar Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (30/11/2021).

Di Kecamatan Gandusari, longsor tebing setinggi 10 meter dengan lebar 5 meter juga menutup akses masuk menuju Perkebunan Kawisari, Bantaran. Sementara di wilayah Kecamatan Wlingi hujan deras juga menyebabkan longsor.

Dari catatan BPBD Kabupaten Blitar, di Desa Ngadirenggo, material longsor menerjang dinding Musala Al Furgon. Tebing setinggi 6 meter dengan lebar 4 meter tepat di sebelah musala longsor usai jemaah salat Isya keluar.

Sementara di Desa Sragi Kecamatan Talun, rumah milik Mulyono dilaporkan roboh. Atap kayu dan dinding yang lapuk, tidak kuat menahan derasnya air hujan hingga menjadi penyebab runtuhnya atap dan robohnya dinding rumah.

"Tidak ada laporan korban jiwa. Pagi ini kami mulai membersihkan material longsor di Blitar, terutama yang menutup jalan, agar segera normal bisa dilewati warga," pungkasnya.

(fat/fat)