Adem! Rumah Megah Bak Istana Ini Juga Ada Rumah Ibadah 5 Agama

Sugeng Harianto - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 12:04 WIB
Rumah Megah Peninggalan Kyai Di Madiun Ini Jadi Wisata Religi Berbagai Agama
Rumah kiai di Madiun instagramable (Foto: Sugeng Harianto/detikcom
Madiun -

Rumah megah bak istana milik almarhum KH Aly Murshid instagramable dan ramai menjadi jujugan para peziarah. Ternyata, di sini juga terdapat tempat ibadah dari agama lain.

Awalnya, rumah yang berlokasi di Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, Madiun, ini hanya terdapat musala tempat beribadah umat Islam. Namun seiring dengan pengembangannya, kini juga ada bangunan tempat ibadah berbagai agama di Indonesia.

Rumah ibadah dari sejumlah agama ini juga terlihat berdampingan. Setiap rumah ibadah dibangun dengan ciri khas dan ornamen menarik.

"Jadi di lokasi ini tidak hanya ada tempat ibadah umat Islam saja. Tetapi juga dibangunkan tempat ibadah untuk umat agama lain, Kristen, Hindu, Budha, Katolik, jadi lokasi ini merupakan tempat bertujuan untuk saling menjaga toleransi antar umat beragama," kata Kepala Desa Bulakrejo Muhammad Jaenuri kepada detikcom di lokasi, Senin (29/11/2021).

Jaenuri menuturkan, kini di bangunan utama hanya dihuni H. Aly Muslich (58). yang merupakan famili KH Aly Murshid. Rencananya lantai dua bangunan utama akan dibuat kantor yayasan pondok pesantren.

"Bangunan utama dua lantai ini yang menempati hanya Pak Aly Muslich sendirian karena belum menikah. Rencananya nanti yang lantai dua akan dibuat kantor yayasan ponpes karena sudah persiapan juga ada tanah kosong masih sekitar 1,5 hektar di samping di wakafkan untuk yayasan Ponpes Hafiz Quran," papar Jaenuri.

Lokasi rumah kiai di Madiun ini cukup strategis. Pengunjung dari luar kota, tepatnya dari gerbang Tol Madiun bisa berbelok ke kiri arah Caruban sekitar 10 Km. Namun lokasi ini sebenarnya dekat dengan Gerbang Tol Caruban yang hanya berjarak 2 Km. Namun terkendala akses jalan yang harus menyeberang sungai dengan jembatannya belum memadai.

"Semoga nanti ada akses jalan dari Gerbang Tol Caruban agar lebih dekat. Soalnya kalau tidak ada akses memadai jembatan di desa kami dari akses Tol Caruban memutar jauh ke timur," jelas Jaenuri.