Lubang Bekas Galian Jargas Belum Diaspal Meski Sempat Disentil Gus Ipul

Muhajir Arifin - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 11:43 WIB
Puluhan lubang bekas galian jaringan gas (Jargas) di sejumlah ruas jalan Kota Pasuruan belum diaspal. Kondisi itu membahayakan pengguna jalan.
lubang bekas galian jaringan gas/Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan -

Puluhan lubang bekas galian jaringan gas (Jargas) di sejumlah ruas jalan Kota Pasuruan belum diaspal. Kondisi itu membahayakan pengguna jalan.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sempat menyentil pihak-pihak terkait agar segara melakukan pengaspalan lubang-lubang tersebut. Namun hingga saat ini belum ada tindakan.

Berdasarkan pantauan detikcom, lubang bekas galian yang belum diaspal terdapat di Jalan KH Mansyur, Jalan Patimura, Jalan Sunan Ampel. Lubang yang belum diaspal juga terdapat di Jalan Slagah dan Jalan Wahidin Sudiro Husodo.

Sebagian luang dipenuhi tanah liat yang lumer karena hujan. Sebagian lagi tertutup air.

Pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. Mereka harus menghindari lubang-lubang bekas galian. Terutama di Simpang Tiga Jalan Wahidin Sudiro Husodo dan Jalan Sultan Agung, yang terdapat lubang besar tepat di tikungan.

"Terus terang mengganggu perjalanan. Kalau nggak hati-hati bisa bahaya," kata Bahrul Ulum, salah satu pengguna jalan, Rabu (24/11/2021).

Penggalian lubang untuk pemasangan pipa Jargas sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu dan sudah tuntas. Sebagian besar lubang bekas galian sudah diaspal, namun masih ada puluhan yang belum dilakukan penanganan.

Pihak Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Pasuruan Kota sudah melaporkan kondisi itu ke pelaksana proyek. Pasalnya banyak lubang galian Jargas yang berada di jalur padat.

Sebelumnya Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf meminta pelaksana proyek segera menambal lubang-lubang yang ada. "Itu proyek pusat, tapi karena berada di Kota Pasuruan kami minta Dinas PU dan Perkim melakukan pengecekan dan memanggil kontraktor Jargas untuk segera menambal jalan yang rusak," kata Gus Ipul, Kamis (11/11/2021).

(sun/bdh)