Round-Up

Aksi Sekelompok Remaja Tawuran Bawa Celurit Demi Konten hingga Diburu Polisi

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 08:48 WIB
Sekelompok remaja pasuruan Rekam Adegan Carok
Aksi remaja melakukan tawuran demi konten (Foto: Tangkapan Layar)
Surabaya - Aksi tawuran dilakukan sekelompok remaja di Kota Pasuruan demi konten viral di medsos. Polisi memburu para pelaku yang terekam dalam video viral tersebut.

Di video itu ada 2 video yang beredar luas. Video berdurasi 30 detik, tampak beberapa remaja menunggu di bawah pohon dan duduk-duduk di atas motor dengan membawa cambuk.

Lalu beberapa remaja lain datang dari arah berlawanan dan membawa senjata tajam celurit.

Baca juga: Fakta-fakta Sekelompok Remaja Viral Tawuran Bawa Celurit Hanya Demi Konten

"Hei teko, teko woi (Hei come, hei come). Santai-santai woi," teriak salah satu remaja.

Mereka saling melontarkan kata-kata dengan nada keras. Sejurus kemudian mereka duel dengan membawa celurit dan cambuk.

Di video kedua berdurasi 17 detik tampak seorang remaja mengalami luka dan berdarah di bagian kaki. Rekan-rekannya berusaha membantu korban yang memakai topi tersebut.

"Hei ewangi hei tulungono iki (Hei hei ditolong," teriak salah satu remaja yang terekam video bantu.

Tonton video 'Sekelompok Remaja Diduga Tawuran Demi Konten, Kini Diburu Polisi':

[Gambas:Video 20detik]Gambas:Video 20detik]



Kini polisi menemukan titik terang sekelompok sekelompok remaja yang dengan sengaja merekam aksi tawuran di Pemakaman Cina, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

"Pencarian (Identitas) sudah ada titik terang," kata Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Komaruddin Arif saat dikonfirmasi, Rabu (17/11/2021).

Pihak kepolisian sudah mengantongi alamat dan identitas para pelaku. Namun Komaruddin tak menghargai merincinya lebih dalam.

Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Sekelompok Remaja Tawuran Bawa Celurit Demi Konten

"Untuk kepentingan penyelidikan tidak dibuka terlebih dahulu," terangnya.

Dia menegaskan para pelaku konten tawuran dan perekam harus memperbuat perbuatannya.

"Terkait sanksi, itu nanti penyelidikan penyidik," pungkasnya. (fat/fat)