Satu Tersangka Pinjol Ilegal di Surabaya Ibu Rumah Tangga Asal Bogor

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 16:43 WIB
Surabaya -

Polda Jatim menetapkan tiga orang jadi tersangka kasus penggerebekan pinjol ilegal di Surabaya. Satu di antara tiga tersangka adalah seorang ibu rumah tangga berasal dari Bogor.

Tersangka adalah Anggi Sulistya Agustina (31). Ia ditangkap oleh tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim di rumahnya di Perum Samudra Residence, Tajurhalang, Bogor.

Saat ditangkap di rumah ini, tersangka diketahui sedang melakukan penagihan kepada nasabah melalui SMS. Tersangka sendiri merupakan salah satu karyawan penagih PT Duyung Sakti Indonesia.

Dalam aksinya menagih nasabah pinjol, tersangka juga kerap melakukan ancaman dan melontarkan kata-kata kasar. Itu dilakukan melalui SMS.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengatakan, motif tersangka menjadi penagih pinjol karena tergiur dengan gaji yang cukup tinggi, Rp 4,2 juta. Tak hanya itu mereka juga diberikan insentif dan tunjangan kuota internet.

Untuk gaji misalnya, lanjut Nico, para tersangka mendapatkan Rp 4,2 juta. Sedangkan insentif mereka dapatkan jika penagihan dalam seminggu mencapai 65 persen hingga 70 persen, maka akan mendapatkan senilai Rp 162 ribu sampai Rp 200 ribu per nasabah.

"Jadi, ini lah yang membuat orang tertarik menjadi penagih," ujar Nico, Selasa (26/10/2021).

Menurut Nico, membongkar praktik pinjol ilegal memang bukan perkara mudah. Sebab kantor dan cara kerja mereka tidak seperti perusahaan pada umumnya.

"Kantor mereka tidak seperti perusahaan normal. Ada PT alamat kantornya dan ada orangnya. Ini namanya saja tapi orangnya ternyata (kerjanya) di rumah. Di kos-kosan berpindah-pindah," tandas Nico.

Sebelumnya, tiga orang telah ditetapkan jadi tersangka di kasus pinjol ilegal yang kantornya di Sukomanunggal, Surabaya, digerebek beberapa waktu lalu. Ketiga tersangka ini berperan sebagai marketing dan penagih nasabah dengan disertai ancaman .

Ketiga tersangka adalah Alditya Puji Pratama (27) asal Jombang dan ditangkap di Surabaya. Kemudian Rendy Hardiansyah (28) serta Anggi Sulistya Agustina (31) asal Bogor.

(iwd/iwd)