Jokowi Minta Harga Tes PCR Rp 300 Ribu, RS di Surabaya Tunggu SE Kemenkes

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 14:30 WIB
Aturan PCR untuk Perjalanan Terbaru, Cek di Sini!
Ilustrasi tes PCR/Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Surabaya - Presiden Jokowi memerintahkan harga tes PCR turun menjadi Rp 300 ribu. RS di Surabaya belum melaksanakan perintah tersebut, karena belum terima surat edaran (SE) dari Kemenkes.

Sebelumnya, harga tes PCR turun menjadi Rp 900 ribu. Kemudian turun lagi menjadi Rp 495 ribu.

RS PHC Surabaya, hingga siang ini belum mendapatkan SE Kemenkes terkait harga tes PCR Rp 300 ribu. RS PHC masih menunggu SE tersebut dan akan mengikuti aturan baru dari pemerintah pusat. Saat ini masih menggunakan harga Rp 495 ribu (tes PCR drive thru) dan Rp 450 ribu (walk in).

"Kami masih belum mendapatkan SE yang dimaksud. Namun kami memastikan bahwa Manajemen RS PHC Surabaya akan comply terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Baik dari Pemerintah maupun Grup Holding RS BUMN," kata Humas RS PHC Surabaya, Irfan Prayogo, Selasa (26/10/2021).

Itu sama dengan RS Islam (RSI) Surabaya Jemursari. Dirut RSI Jemursari, dr Bangun Trapsila Purwaka SpOG-K mengatakan, pihaknya juga masih menunggu SE Kemenkes.

"Belum menerapkan harga baru Rp 300 ribu. Kan belum ada regulasinya. Kami masih menunggu SE Kemenkes," ujarnya.

Begitu pula dengan RS Husada Utama (RSHU) Surabaya. Surat resmi dari Kemenkes maupun Pemkot Surabaya belum diterima.

"Belum (menerapkan harga tes PCR Rp 300 ribu). Kami juga belum terima surat resmi dari Kemenkes/Dinas Kesehatan. Masih menghitung juga unit cost-nya," jelas Dirut RSHU, dr Didi Dewanto SpOG.

RS Royal Surabaya juga sama dengan RS lainnya. Hari ini belum menggunakan harga baru untuk tes PCR. Sebab, pihaknya masih menunggu arahan dari Dinas Kesehatan dan Kemenkes.

"Belum, masih menunggu arahan Dinkes dan menunggu SE dari Kemenkes juga. Biasanya ada arahan dari SE Wali Kota atau langsung ke Dinkes," jelas Jubir Satgas COVID-19 RS Royal Surabaya, dr Dewa Nyoman Sutanaya. (sun/bdh)