Marak Pinjol Ilegal, MUI Jatim: Bukan Hanya Haram, Itu Dosa Besar

Faiq Azmi - detikNews
Sabtu, 23 Okt 2021 20:44 WIB
Belakangan marak pinjol ilegal yang digerebek pihak kepolisian. MUI Jatim meminta masyarakat menghindari pinjol agar tidak menjadi korban.
KH Hasan Mutawakkil Allalah, Ketua Umum MUI Jatim/Foto: Faiq Azmi/detikcom
Surabaya -

Belakangan marak pinjol ilegal yang digerebek pihak kepolisian. MUI Jatim meminta masyarakat menghindari pinjol agar tidak menjadi korban.

"Kan sudah pernah dijelaskan oleh OJK maupun oleh pihak lembaga keuangan, agar masyarakat menghindari pinjol demi kehati-hatian supaya tidak jadi korban dari pelaku yang bertujuan untuk menzalimi mereka," kata KH Hasan Mutawakkil Allalah, Ketua Umum MUI Jatim di Hotel Wyndam Surabaya, usai rapat evaluasi program kerja MUI Jatim Tahun 2022, Sabtu (23/10/2021).

Mutawakkil mengatakan, akad pinjam meminjam uang seharusnya dilangsungkan dengan cara autentik. Sementara di pinjol, akadnya dilakukan tanpa unsur tersebut.

"Pinjol di luar konteks itu, unsur penipuannya sangat besar sekali dan tidak ada sejarah orang yang beruntung melalui pinjol, yang rugi ya iya (banyak). Kalau memang itu unsur penipuan, bukan hanya haram, itu dosa besar," terangnya.

Mutawakkil mengungkapkan, jika seseorang mendapat pinjaman uang dari pinjol ilegal, maka uang yang diterima tidak berkah. "Dan kalau dapat pinjaman, dijamin tidak berkah. Proses akad itu sah gak dan dibenarkan tidak oleh UU, kalau tidak, tidak berkah," ungkapnya.

Sebelumnya, Polda Jatim menggerebek sebuah kantor pinjol ilegal di Surabaya pada Jumat (22/10). Kantor pinjol yang digerebek terletak di Jalan Raya Satelit Indah BN 8 Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya.

Sementara dalam rapat evaluasi MUI Jatim tahun 2021 dan program kerja tahun 2022, ada sejumlah hal yang dibahas. Di antaranya pencapaian kerja selama tahun 2021, dan target tahun 2022.

Simak video 'Silang Pendapat Mahfud-INDEF soal Bayar Utang Pinjol Ilegal':

[Gambas:Video 20detik]