Kegagalan Hayam Wuruk Bangun Candi Tribhuwana Tunggadewi di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 18:03 WIB
Temuan Baru di Candi Tribhuwana Diyakini Mandapa Pemujaan Zaman Majapahit
Candi Tribhuwana Tunggadewi (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Candi Tribhuwana Tunggadewi di Mojokerto dibangun masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Pembangunan tempat pemujaan ini terhenti akibat bencana besar melanda Majapahit.

Candi Tribhuwana Tunggadewi atau biasa disebut Situs Bhre Kahuripan atau Situs Watu Ombo terletak di persawahan Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Mojokerto. Ekskavasi tahun 2018-2020 berhasil menemukan bangunan candi 14x14 meter persegi.

Sedangkan ekskavasi tahap empat 27 September-23 Oktober 2021 mendapat temuan baru di sebelah barat candi. Struktur bata kuno seluas 20x15 meter persegi itu diperkirakan bangunan mandapa yang dikelilingi pagar. Mandapa sebagai tempat pemujaan masyarakat Majapahit menghadap ke Candi Tribhuwana Tunggadewi.

"Kami sudah yakin sekali Situs Bhre Kahuripan sebagai kompleks bangunan pemujaan dengan latar belakang Agama Hindu Siwa," kata Ketua Tim Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Pahadi kepada detikcom, Jumat (22/10/2021).

Merujuk pada angka tahun yang diukir pada batu yoni Situs Bhre Kahuripan, lanjut Pahadi, kompleks bangunan pemujaan ini dibangun pada masa Raja Hayam Wuruk 1350-1389 masehi. Karena ukiran pada salah satu sisi yoni menunjukkan angka tahun 1294 saka atau 1372 masehi. Tahun itu pula ibu Hayam Wuruk, Tribhuwana Tunggadewi wafat.

"Kalau dilihat dari yoni, berawal dari masa Hayam Wuruk. Namun, sebuah candi dibangun tidak langsung jadi, biasanya mempunyai beberapa angka tahun. Sebuah candi memang biasa dikerjakan oleh beberapa periode raja, tidak sekaligus selesai masa satu raja," terangnya.

Hanya saja, Pahadi berpendapat pembangunan Candi Tribhuwana Tunggadewi pada zaman Majapahit tidak sampai tuntas. Karena tidak ada satu pun batu pada dinding candi yang dipahat halus. Selain itu, tim ekskavasi juga tidak menemukan fragmen batu berelief yang biasa dipasang pada dinding candi.