Momen Hari Santri, Golkar Jatim Harap Gelar Pahlawan Syaichona Kholil Ditetapkan

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 08:44 WIB
Golkar Jatim bersholawat di Hari Santri 22 Oktober
Golkar Jatim bersholawat di Hari Santri (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya - Memperingati Hari Santri 22 Oktober, DPD Partai Golkar Jatim menggelar sholawatan. Bertema 'Golkar Jatim bersholawat', acara ini diikuti seluruh pengurus partai di Jatim.

Ketua DPD Golkar Jatim Sarmuji mengungkapkan, dalam momen hari santri ini, pihaknya terus berupaya agar gelar pahlawan kepada Syaichona Kholil Bangkalan segera ditetapkan pemerintah.

"Kita sudah mengambil langkah panjang ya terkait gelar pahlawan nasional Syaichona Kholil, sejak berbulan-bulan lalu kita sudah melakukan seminar, pertemuan dengan tokoh. Kita juga memerintahkan anggota DPR RI kita di komisi 8 untuk mengawal, semoga tahun ini gelar pahlawan nasional untuk Syaichona Kholil bisa ditetapkan, Golkar pertama kali yang mengusulkan," kata Sarmuji usai acara Golkar Jatim bersholawat di Surabaya, Kamis (21/10/2021) malam.

Menurut Sarmuji, Syaichonan Kholil merupakan sosok kiai, ulama yang kharismatik. Perjuangannya bersama para santri dahulu untuk Indonesia, patut diganjar dengan gelar pahlawan nasional.

Lebih lanjut, Anggota DPR RI Komisi XI ini menjelaskan, peringatan hari santri merupakan apresiasi pemerintah untuk mengakui keberadaan santri, ulama yang selama ini turut memperjuangkan kemerdekaan.

"Kita peringati hari santri sebagai tonggak perjuangan kita memperjuangkan kemerdekaan. Kita tahu benar, resolusi jihad yang diperjuangkan KH Hasyim Asyari itu melatar belakangi perjuangan arek Suroboyo saat 10 November. Kita mencintai negeri ini secara bersamaan dengan mencintai agamanya tidak menimbulkan kegamangan. Kita mencintai Indonesia sekaligus kita bisa menjadi muslim yang baik," kata Sarmuji.

Sarmuji berpesan, ke depan, peran santri harus lebih mewarnai kehidupan di Indonesia. Selain itu, santri harus turut aktif berkontribusi dalam memberi kontribusi bagi Indonesia.

"Santri harus mengisi kemerdekaan ini, harus jadi tuan rumah di Indonesia. Santri adalah anak kandung sejarah anak yang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sudah sewajarnya, santri mewarnai kehidupan dengan segala aktivitasnya, menjadi penopang Indonesia," tegasnya.

Sementara Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang hadir secara virtual mengatakan, momen hari santri, pihaknya mendukung penuh supaya pemerintah memberi gelar pahlawan kepada Syaichona Kholil Bangkalan.

"Saya mendapatkan laporan dari pengurus Golkar Jatim bahwa Syaichona Kholil, guru para kiai Indonesia sudah diproses namanya untuk mendapat gelar pahlawan dari pemerintah. Golkar Jatim juga sudah melakukan langkah-langkah dukungan baik melalui seminar perjuangan beliau maupun langkah yang lain. sebagai Ketua Umum Golkar, saya sangat mendukung dengan penganugerahan tersebut dan semoga tahun ini bisa terwujud," ungkapnya.

"Penganugerahan ini sebagai bukti bahwa Syaichona Kholil memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Santri beliau diantaranya KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah, dan KH Asad Syamsul Arifin sudah mendapatkan gelar pahlawan dari pemerintah, untuk itu sudah selayaknya beliau mendapatkan gelar karena tidak dipungkiri bahwa sumber inspirasi perjuangan tidak lain dan tidak bukan adalah berasal dari Syaichona Muhammad Kholil Bangkalan," tambahnya.

Airlangga juga mengapresiasi gelaran Golkar Jatim berselawat yang diinisiasi oleh Sarmuji. "Semoga resonansi kebahagiaan yang dilaksanakan di Golkar Jatim akan terpancar ke seluruh wilayah Indonesia," tandasnya. (fat/fat)