Diduga Cabuli-Perkosa Santriwati, Pengasuh Ponpes di Mojokerto Dipolisikan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 08:26 WIB
Pengasuh Pesantren di Mojokerto Dilaporkan ke Polisi Diduga Cabuli Santriwati
Pelaku didampingi pengacara di kantor polisi (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Pengasuh pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Mojokerto dilaporkan ke polisi. Pimpinan pesantren diduga mencabuli santriwatinya yang berusia 14 tahun.

Kasus dugaan pencabulan dan pemerkosaan ini terjadi di ponpes Kecamatan Kutorejo, Mojokerto. Korbannya seorang santriwati asal Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

"Korban adalah santriwati dari saudara AM," kata Pengacara Korban, M Dhoufi kepada wartawan di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Selasa (18/10/2021).

Baca juga: Ucapan Ustaz Cabul 'Sama Guru Harus Nurut' Lancarkan Aksi Perdayai 34 Santriwati

Ia menjelaskan, korban mengaku dicabuli dan disetubuhi sejak tahun 2018 di Ponpes Darul Muttaqin. Perbuatan tak senonoh itu diduga dilakukan Achmad Muhlish (52), pengasuh pesantren tersebut di salah satu kamar asrama santri putri yang tidak ditempati.

"Diawali pencabulan tiga kali, terakhir ada hubungan itu satu kali. Jadi, korban disetubuhi satu kali," terang Dhoufi.

Gadis tersebut, lanjut Dhoufi, akhirnya merasa jengah. Bahkan, korban sempat menolak saat diduga akan kembali disetubuhi Muhlish pada 15 September 2021.

Korban pun memilih mengadu kepada orang tuanya. Tak terima putrinya diduga dicabuli dan disetubuhi, orang tua korban melaporkan pelaku ke Polres Mojokerto pada Jumat (15/10).

"Polisi sudah menangani dengan cepat. Pihak penyidik sudah melakukan visum. (Bagaimana hasil visumnya?) Ada kejadian seperti itu, ada hal-hal yang mengarah pada pemerkosaan dan pencabulan," ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo membenarkan adanya laporan kasus tersebut. Laporan dari pihak korban diterima pada Jumat (15/10).

Baca juga: Kilas Balik Kasus Pimpinan Ponpes di Jombang yang Cabuli-Setubuhi Santriwati

"Benar, hari Jumat lalu kami menerima laporan kasus pemerkosaan dan pencabulan yang terjadi terhadap seorang anak gadis usia 14 tahun. Dalam laporannya, korban mengaku telah dicabuli dan disetubuhi oleh pengasuh sebuah pondok di Mojokerto," jelasnya.

Penanganan terhadap kasus santriwati dicabuli tersebut, tambah Andaru, saat ini pada tahap penyidikan. Menurutnya, penyidik telah memeriksa para saksi dan mendapatkan hasil visum korban. Selain itu, Muhlish juga telah diperiksa sebagai terlapor pada Senin (18/10).

"Kami serius menangani kasus ini. Hari Jumat dilaporkan langsung kami bergerak memeriksa saksi-saksi, kami tidak mau berlama-lama. Ini komitmen kami dalam melindungi anak-anak," tandasnya.

(fat/fat)